Darilaut – Pengetahuan dan kekuatan kearifan lokal dapat mengurangi risiko bencana, seperti pada peristiwa tsunami. Salah satunya, kisah tentang smong yang berasal dari Pulau Simeulue di Kabupaten Aceh.
Pengetahuan lokal yang berasal dari Pulau Simeulue Provinsi Aceh tersebut terbukti menyelamatkan nyawa.
Tsunami jarang terjadi. Namun, hanya dalam hitungan menit dapat mencapai pesisir, setelah gempa bumi atau gangguan mendadak lainnya.
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day) diperingati setiap tanggal 5 November.
Menurut United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) atau Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana, tekadang tsunami datang lebih cepat sebelum peringatan resmi dikeluarkan.
Pengetahuan yang dimiliki masyarakat serta tindakan yang mereka ambil pada menit-menit awal tersebut sering kali menjadi penentu siapa yang akan selamat.
Mereka bertindak berdasarkan konsep smong, sebuah istilah yang diwariskan secara turun-temurun oleh penduduk setempat melalui lagu pengantar tidur dan cerita rakyat sejak tsunami melanda Simeulue pada tahun 1907.
Istilah ini merujuk pada rangkaian peristiwa tersebut: gempa bumi, surutny air laut, dan gelombang raksasa yang menyusul kemudian.
Kisah lokal berusia seabad menyelamatkan ribuan nyawa pada 26 Desember 2004 —dan berpotensi menyelamatkan lebih banyak lagi di masa depan.




