Kamis, September 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

redaksi
10 September 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Laporan Terbaru, Panas Laut Akibat Perubahan Iklim Mempersempit Peluang Pemulihan Terumbu Karang

Terumbu karang di Ari Atoll, Maldives. FOTO: Irene Pancrazi/GCRMN/Status of Coral Reefs of the World: 2025

Meski hanya menutupi kurang dari 1 persen dasar laut, ekosistem ini menjadi rumah bagi 25 persen spesies laut.

Gelombang Panas Laut

Di dalam setiap karang terdapat ribuan organisme mirip tumbuhan yang disebut zooxanthellae. Dalam salah satu hubungan simbiosis terpenting di bumi, karang menyediakan karbon dioksida yang dibutuhkan zooxanthellae untuk fotosintesis, dan sebagai imbalannya, karang menerima nutrisi penting.

Mikroorganisme ini juga memberikan warna yang sering kali memukau pada terumbu karang.

Namun, saat suhu laut meningkat, karang mengalami stres dan melepaskan zooxanthellae mereka, sehingga warnanya berubah menjadi putih pucat atau abu-abu.

Proses ini dikenal sebagai pemutihan karang (bleaching). Proses ini tidak serta-merta mematikan karang.

Namun, hal ini membuat mereka rentan terhadap penyakit dan kematian akibat kekurangan nutrisi, ujar Kepala unit Ekosistem Laut dan Pesisir UNEP, Sinikinesh Beyene Jimma.

Temuan

Studi dalam Status of Coral Reefs of the World 2025 mensurvei hampir 37.000 lokasi terumbu karang di lebih dari 120 negara. Studi tersebut membandingkan cakupan terumbu karang dari tahun 2020 hingga 2024 dengan rata-rata historis periode 1980 hingga 2009.

Kesimpulannya? Setidaknya 9,5 persen terumbu karang keras telah hilang. Para penulis studi menyatakan bahwa angka tersebut merupakan estimasi konservatif, dan tingkat penyusutan terumbu karang kemungkinan lebih tinggi.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: GCRMNGlobal Coral Reef Monitoring NetworkPerubahan IklimStatus Terumbu KarangSusan GardnerTerumbu KarangUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Postingan Terkait

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

10 September 2026
Pulau Jawa Sentra Komoditas Rajungan Terbesar di Indonesia

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

9 September 2026

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

TERBARU

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Kuda Laut Jantan Melahirkan Ratusan Anak

Agustina Iskandar: Kita Patut Berbangga dengan Prestasi Ini

Menanam Cemara Laut dan Lepas Tukik di Taka Bonerate

El Nino Berdampak pada Produksi Padi Indonesia

Jepang Mengintegrasikan Penggunaan AI untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

Wahana Milik Rusia Misi ke Planet Venus Berpotensi Jatuh di Wilayah Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.