Namun, yang penting, laporan tersebut menemukan bahwa hilangnya terumbu karang tidak terjadi secara seragam di seluruh dunia, dan di beberapa tempat, terumbu karang justru sedang pulih kembali.
Penurunan Kondisi Terumbu Karang
Perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah memicu empat gelombang panas laut besar sejak tahun 1998, yang masing-masing menyebabkan pemutihan terumbu karang dalam skala global.
Terumbu karang dapat pulih dari pemutihan jika diberi waktu yang cukup. Namun, terjadinya gelombang panas yang bertubi-tubi belakangan ini telah menghambat proses tersebut.
“Ini ibarat seorang petinju yang menerima serangkaian pukulan cepat,” kata Gabriel Grimsditch, Pejabat Manajemen Program di UNEP.
“Terumbu karang dunia semakin melemah akibat setiap gelombang panas, dan mereka tidak mendapatkan waktu yang dibutuhkan untuk kembali bangkit.”
Akan tetapi, perubahan iklim bukan satu-satunya masalah. Polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan pembangunan wilayah pesisir membuat terumbu karang semakin sulit bertahan menghadapi gelombang panas laut.
GCRMN
Laporan terbaru tersebut setebal 298 halaman menyebutkan terumbu karang dunia semakin kehabisan waktu untuk pulih di tengah gelombang panas laut yang kian sering terjadi dan peristiwa pemutihan karang global yang dipicu oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.



