Kamis, September 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

redaksi
10 September 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Laporan Terbaru, Panas Laut Akibat Perubahan Iklim Mempersempit Peluang Pemulihan Terumbu Karang

Terumbu karang di Ari Atoll, Maldives. FOTO: Irene Pancrazi/GCRMN/Status of Coral Reefs of the World: 2025

Namun, yang penting, laporan tersebut menemukan bahwa hilangnya terumbu karang tidak terjadi secara seragam di seluruh dunia, dan di beberapa tempat, terumbu karang justru sedang pulih kembali.

Penurunan Kondisi Terumbu Karang

Perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah memicu empat gelombang panas laut besar sejak tahun 1998, yang masing-masing menyebabkan pemutihan terumbu karang dalam skala global.

Terumbu karang dapat pulih dari pemutihan jika diberi waktu yang cukup. Namun, terjadinya gelombang panas yang bertubi-tubi belakangan ini telah menghambat proses tersebut.

“Ini ibarat seorang petinju yang menerima serangkaian pukulan cepat,” kata Gabriel Grimsditch, Pejabat Manajemen Program di UNEP.

“Terumbu karang dunia semakin melemah akibat setiap gelombang panas, dan mereka tidak mendapatkan waktu yang dibutuhkan untuk kembali bangkit.”

Akan tetapi, perubahan iklim bukan satu-satunya masalah. Polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan pembangunan wilayah pesisir membuat terumbu karang semakin sulit bertahan menghadapi gelombang panas laut.

GCRMN

Laporan terbaru tersebut setebal 298 halaman menyebutkan terumbu karang dunia semakin kehabisan waktu untuk pulih di tengah gelombang panas laut yang kian sering terjadi dan peristiwa pemutihan karang global yang dipicu oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: GCRMNGlobal Coral Reef Monitoring NetworkPerubahan IklimStatus Terumbu KarangSusan GardnerTerumbu KarangUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Postingan Terkait

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

10 September 2026
Pulau Jawa Sentra Komoditas Rajungan Terbesar di Indonesia

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

9 September 2026

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

TERBARU

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengenal Kapal Riset Geomarin III

Siklon Tropis Sean Terbentuk Dekat Pilbara Australia Barat

Foto: Lumba-Lumba Albino

Bangkai Paus 12,75 Meter Ditemukan Terdampar di Maluku Tenggara

Overfishing Tetap Menjadi Fokus Konferensi Kelautan PBB di Nice

Iklim Global Terus Mengalami Penurunan Kualitas

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.