Darilaut – Fenomena abrasi pantai melanda pesisir Pantai Boulevard, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Rabu (15/6) pukul 14.00 Wita.
Abrasi ini menggerus pantai sehingga menyebabkan belasan rumah bergerak dan amblas bak ditelan air laut.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak Rabu (15/6). Hal ini dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan darurat bagi para warga terdampak.
BPBD Kabupaten Minahasa Selatan bersama pemerintah setempat telah mengaktifkan Posko Tanggap Darurat.
Dua posko sudah dibentuk untuk memberikan upaya percepatan penanganan terhadap warga yang mengungsi.
Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Minahasa Selatan, rumah dan jembatan yang terdampak abrasi berada di bibir tebing yang berbatasan langsung dengan pantai.
Ratusan warga Minahasa Selatan, mengungsi karena abrasi pantai tersebut. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat karena abrasi tersebut sebanyak 69 KK atau 266 jiwa mengungsi hingga Kamis (16/6).
Data sementara, kerugian materiil tercatat 31 unit rumah rusak berat, 1 unit jembatan rusak berat, 5 unit cottage, 1 unit cafe, dan kawasan destinasi wisata juga ikut terdampak.
