Kalau pemanfaatan dan perdagangan tidak dilaporkan, kita tidak mengetahui kondisi populasi sebenarnya, kata Masayu.
Selain perdagangan, ancaman lain datang dari rusaknya habitat pesisir seperti lamun dan makroalga yang menjadi tempat hidup kuda laut.
Masayu mengatakan, kuda laut sangat bergantung pada habitat karena bukan “perenang” yang kuat.
Hewan ini biasa mengaitkan ekornya pada lamun, alga, atau terumbu karang untuk bertahan di perairan. “Ketika habitatnya terganggu, mereka akan kesulitan bertahan hidup,” ujarnya.
Masayu menjelaskan sejumlah fakta unik kuda laut, salah satunya adalah jantan yang mengandung dan melahirkan anak.
Telur dari betina dipindahkan ke kantong tubuh jantan untuk dierami selama sekitar satu hingga dua bulan hingga siap lahir.
“Di dalam kantong itu, embrio diberi oksigen dan diatur kadar garamnya sampai siap dilahirkan,” ujarnya.




