Koleksi kering disimpan dengan cara dikeringkan, kemudian ditusuk dengan jarum. Untuk koleksi basah, disimpan dalam tabung kaca dan direndam alkohol 70 persen.
Merawat Koleksi
Untuk merawat dan mendata koleksi spesimen menjadi bagian penting dari proses penyimpanan koleksi. Suhu ruang penyimpanan harus terus dipantau dan dijaga pada suhu 18-22 derajat celcius.
Kelembaban di dalam ruangan juga tetap dijaga pada angka 45-60 persen.
“Suhu dan kelembaban ruangan dapat mempengaruhi keawetan koleksi. Jika suhu dan kelembabannya tidak diatur, koleksi dapat rusak karena debu atau udara lembab dan akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk membersihkannya kembali,” kata Dhian.
Menurut Dhian, proses perawatan lain yang harus diperhatikan adalah volume alkohol pada koleksi basah. Alkohol pada koleksi basah harus diganti jika sudah keruh atau berkurang.
“Spesimen harus terus teremdam alkohol, jika sudah hampir habis, harus segera ditambah,” katanya.
Sementara untuk koleksi kering, jarum spesimen harus diganti jika sudah berkarat. Koleksi juga secara berkala dibersihkan dari debu.*





Komentar tentang post