Menurut Nilanto Perbowo, Indonesia saat ini telah memiliki kesuksesan dalam memberantas penangkapan perikanan secara ilegal.
Untuk itu, kata Nilanto, pihaknya sekarang bergerak maju dalam rangka mengembangkan industri perikanan tuna yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua AP2HI Janti Djuari mengatakan, lebih dari 30 anggota asosiasi tersebut telah menandatangani kode etik asosiasi untuk mengimplementasikan praktik berkelanjutan.
“Mereka sangat aktif terlibat dalam program peningkatan perikanan dan bersiap untuk sertifikasi MSC (Marine Stewardship Council),” katanya.
Indonesia saat ini dinilai memiliki penangkapan ikan tuna terbesar di dunia dan menjadi pemimpin global one-by-one caught tuna. Volume ikan tuna cakalang dan sirip kuning yang di tangkap menggunakan metode pole-and-line dan handline diperkirakan lebih dari 100.000 ton setiap tahun.
Sedangkan untuk nilai ekspornya, pada tahun 2017 total nilai ekspor tuna siap saji dan tuna filet beku yang berasal dari Indonesia sebesar 425 juta dolar AS dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 12.5 persen dibandingkan tahun 2016 dengan Eropa yang memiliki peringkat di antara konsumen terbesar produk tuna Indonesia.
Sumber: ANTARA





Komentar tentang post