Ketiga, pemerintah diminta mempercepat distribusi logistik melalui transportasi udara. Cara ini dinilai paling efektif mengingat banyak daerah terisolasi, seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat.
Selain itu, AMSI menyoroti kebutuhan mendesak penyediaan dapur umum darurat dari Dapur MBG milik TNI, Polri, dan BNPB. Hal ini berangkat dari kondisi di lapangan yang menunjukkan kelangkaan bahan pangan dan lonjakan harga ekstrem, misalnya harga cabai yang naik dari Rp50.000/kg menjadi Rp100.000/kg di Padang Sidempuan.
Poin berikutnya adalah urgensi konsolidasi data nasional agar penanganan tidak parsial, serta pentingnya sinergi kementerian yang mengurusi infrastruktur, komunikasi, dan kesehatan.
AMSI juga menegaskan bahwa bencana ini tidak hanya dipicu cuaca ekstrem atau pengaruh Siklon Tropis Senyar, tetapi turut diperparah oleh kerusakan lingkungan. Penemuan gelondongan kayu yang terseret arus di banyak lokasi menguatkan dugaan adanya persoalan serius pada tata kelola lingkungan dan kemungkinan aktivitas pembalakan liar.
Selain itu, AMSI menilai industri ekstraktif yang tidak taat regulasi lingkungan memperbesar kerentanan bencana. Pembangunan yang mengandalkan ekspansi ekonomi berbasis pembukaan lahan hutan, menurut AMSI, bukan hanya tidak berkelanjutan tetapi juga membahayakan masyarakat.




