Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penggunaan Pasir Berlebihan Mengancam Ekosistem dan Mata Pencaharian

redaksi
18 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Ekspor Pasir Laut Merusak Lingkungan dan Melanggar HAM

Ilustrasi pasir laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pasir yang ada di Bumi dihasilkan melalui proses erosi geologis ribuan tahun. Setiap tahun kita menggunakan 50 miliar ton. Program Lingkungan PBB (UNEP) mengingatkan untuk menggunakan pasir dengan bijak.

UNEP menyebutkan meningkatnya permintaan global akan pasir didorong oleh pertumbuhan populasi, ekonomi, urbanisasi, dan infrastruktur.

Kondisi ini melampaui pasokan pasir berkelanjutan, mengancam ekosistem dan mata pencaharian yang kita andalkan, demikian laporan terbaru UNEP tentang ”Pasir dan Keberlanjutan: Sumber Daya Penting untuk Alam dan Pembangunan.”

Menurut UNEP pasir diekstraksi untuk berbagai kebutuhan infrastruktur yang menopang masyarakat dan pembangunan modern. Alam membutuhkan ratusan ribu tahun untuk menghasilkan pasir melalui proses erosi geologis bertahap.

Namun kita menggunakan pasir dengan laju yang mencengangkan, yaitu 50 miliar ton per tahun; penggunaannya untuk bangunan saja diproyeksikan meningkat hingga 45 persen pada tahun 2060. Kita mengekstraknya lebih cepat daripada pemulihannya – inilah kesenjangan pasir.

Pasir juga menyediakan habitat penting bagi ikan, penyu, burung, kepiting, dan spesies lainnya yang tak terhitung jumlahnya, mendukung keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekologis – juga kunci bagi pariwisata dan perikanan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: PasirTambang PasirUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Program Studi S1 Ilmu Lingkungan UNG Meraih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Next Post

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Postingan Terkait

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

17 Juni 2026
2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

17 Juni 2026

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

Next Post
Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

TERBARU

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Benua Eropa Mengalami Pemanasan Tercepat dan Dampak Serius Cuaca Ekstrem

Topan Super Man-yi Mendarat di Catanduanes, Filipina

Bibit Siklon Tropis 90S di Selatan Pulau Enggano, Bawa Hujan di Bengkulu Hingga Banten

Berat Anjing Laut Macan Tutul Betina Capai 500 kg

BMKG Bahas Dinamika Laut Bersama Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG

Pertolongan pada Mamalia Laut yang Terdampar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.