“Pelatihan ini bertepatan dengan peristiwa politik 2024,” kata Upi.
Hal ini karena memberi bekal teori dan kemampuan teknis bagaimana kita memperoduksi pre dan debunking untuk melawan misinformasi dan disinformasi.
“Kita perlu mengenalkan media sosial dengan karakteristik dan audien spesifiknya, untuk meluaskan distribusi konten cek fakta, karena faktanya selama ini hoaks, mis dan disinformasi beredar dan direpost di media social,” ujar direktur eksekutif AMSI, Adi Prasetya.
Jadi, kata Adi, kita juga perlu berada di gelanggang yang sama untuk melakukan prebunking dan debunking melawan penyebaran hoaks.




