Darilaut – Gempa mengguncang Togean Tojo Una-Una, pada Senin (26/7). Gempa kuat terjadi 2 kali, pada Senin siang dan malam di Teluk Tomini.
Lokasi pusat gempabumi di siang hari terletak di laut pada koordinat 0,73°LS dan 121,87°BT, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 89 km timur laut Ampana, Ibukota Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah.
Guncangan gempa bumi dirasakan di sekitar lokasi pusat gempa bumi diperkirakan pada skala intensitas III – IV MMI (Modified Mercally Intensity).
Gempa kembali terjadi pada Senin, pukul 19:09:07 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,73°LS dan 121,92°BT, dengan magnitudo (M6,5) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 41,2 km timur laut kota Ampana.
Guncangan di sekitar lokasi pusat gempabumi diperkirakan pada skala intensitas V – VI MMI.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui laman vsi.esdm.go.id, telah melakukan analisis berdasarkan data gempa tersebut.
Gempa yang terjadi pukul 11:52:03 Wita atau 10:52:03 berjarak sekitar 5,5 km sebelah barat kejadian gempa bumi pukul 20:09:07 atau 19:09:07 WIB.
Gempa pada Senin siang diperkirakan merupakan gempa bumi awal (foreshock) dan kejadian pukul 19:09:07 WIB diperkirakan sebagai gempa bumi utama (mainshock).
Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempabumi adalah Kabupaten Tojo Una-Una, terutama Pulau Batudaka, Togean, Walea dan Una-una. Morfologi wilayah kabupaten Tojo Una-una umumnya merupakan pegunungan dan perbukitan landai hingga terjal, dan sebagian merupakan pedataran.
Kondisi Batuan
Kecamatan Ampana sebagai ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una merupakan daerah dataran dengan kemiringan 0-2 %.
Kawasan ini tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial dan rombakan dari batuan sekitarnya).
Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.
Selain itu, morfologi perbukitan terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah atau longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempabumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi.
Berdasarkan lokasi pusat gempa dan kedalaman, untuk gempa pada Senin siang, kejadian gempabumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi.
Kemudian, untuk gempa kuat yang terjadi pada Senin malam, lokasi pusat gempabumi dan data mekanisme yang bersumber dari USGS Amerika Serikat, kejadian gempabumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif berupa sesar normal di perairan timur laut Kota Ampana. Sesar normal ini arah barat laut – tenggara.
Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Tojo Una-una terletak pada Kawasan Rawan Bencana gempabumi tinggi sampai menengah. Sebagian besar permukiman penduduk di Kabupaten Tojo Una-una yang terlanda guncangan gempa terletak pada Kawasan Rawan Bencana gempabumi menengah.
