Gelombang Rossby Ekuatorial masih diprediksi aktif yang bergerak ke arah barat dan memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian utara.
Pengaruh sistem regional seperti Siklon Tropis Jangmi, sirkulasi siklonik, serta aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial tersebut perlu diwaspadai karena masih dapat meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya bagian utara.
Meskipun sebagian wilayah Indonesia sudah berada pada musim kemarau dan periode peralihan musim, BMKG mencatat masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
Pada periode 25 – 27 Mei 2026 curah hujan tertinggi tercatat di Maluku (91,5 mm/hari), disusul Maluku Utara (78,8 mm/hari), Kalimantan Barat (71,0 mm/hari), Sulawesi Selatan (68,0 mm/hari), dan Sulawesi Utara (62,0 mm/hari).
Terjadinya hujan signifikan di wilayah-wilayah tersebut tidak terlepas dari dinamika atmosfer yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian utara.
Secara spasial, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia bagian utara. Pada periode yang sama, Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terpantau melintas di utara Kalimantan, utara Sulawesi, hingga Maluku Utara.



