Angin Kencang di Aceh Selatan, 6 Nelayan Hilang, 1 Warga Meninggal Tertimpa Pohon

Kondisi Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Kabupaten Aceh Selatan. FOTO: BPBD Aceh Selatan/BNPB

Darilaut – Angin kencang di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, menyebabkan enam nelayan hilang dan satu warga meninggal karena tertimpa pohon.

Warga yang meninggal karena tertimpa pohon tumbang ini terjadi bersamaan dengan hujan berintensitas sedang, Senin (3/8), pukul 10.40 waktu setempat.

Selain satu warga meninggal dunia, satu lain mengalami luka ringan.

BPBD Kabupaten Aceh Selatan juga melaporkan enam nelayan hilang saat melaut, sedangkan 2 KK mengungsi ke rumah tetangga.

BPBD masih melakukan pendataan korban terdampak pascakejadian. Tim Reaksi Cepat (TRC) Aceh Selatan juga masih mendata kerugian materiil.

Data sementara rumah rusak berat 8 unit dan rusak ringan 5. Pantauan di lapangan menunjukkan pohon tumbang di beberapa titik akses jalan.

TRC dan dinas terkait segera melakukan penanganan darurat, seperti kaji cepat, pembersihan pohon tumbang, dan pencarian korban yang hilang.

Angin kencang dirasakan warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan. Sembilan kecamatan tersebut yakni Bakongan, Pasie Raja, Sawang, Meukek, Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur, Kluet Utara, Samadua dan Bakongan Timur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat waspada terhadap fenomena angin kencang atau angin puting beliung. Fenomena yang biasa terjadi saat pergantian musim ini diidentifikasi dengan tanda-tanda, seperti pertumbuhan awan Cumulus.

Sehari sebelumnya, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Di antara awan tersebut, ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi mirip bunga kol.

Awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi gelap (awan cumulonimbus). Durasi fase pembentukan awan hingga fase awan lenyap berlangsung paling lama sekitar 1 jam.*

Exit mobile version