Aplikasi E-log Book Penangkapan Ikan Indonesia, Pertama di Asean

Salah satu nelayan Gorontalo di Kapal Inka Mina 465, KUB Bersehati, yang sudah menggunakan e-log book di WPP 715. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Penerapan aplikasi e-log book penangkapan ikan oleh nelayan Indonesia, yang pertama di Asean.

“Indonesia pertama di Asean dan satu dari sedikit negara di Asia yang sudah memakai model sistem elektronik untuk log book penangkapan ikan,” kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) M Zulficar Mochtar, Selasa (9/7).

Pada Oktober 2018, KKP meluncurkan electronic log book penangkapan ikan. Hal ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi illegal unreported and unregulated (IUU) fishing (praktik Penangkapan ikan ilegal, tidak terlaporkan dan menyalahi aturan) yang disampaikan dalam Forum Our Ocean Conference (OOC) di Bali.

Selanjutnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiasuti, secara resmi melakukan launching penerapan e-log book penangkapan ikan di hadapan para pelaku usaha perikanan tangkap. Kegiatan ini berlangsung dalam Forum Bisnis Perikanan Tangkap, Februari 2019 di Ballroom KKP, Jakarta.

Zulficar mengatakan, penerapan e-log book penangkapan ikan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan menuju tata kelola perikanan tangkap yang lebih transparan dan lebih baik ke depan. Sudah tidak zamannya lagi log book penangkapan ikan dilaporkan dari darat atau pelabuhan perikanan oleh para calo.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan M Zulficar Mochtar. FOTO: DARILAUT.ID

Menurut Zulficar, praktik seperti ini harus segera ditinggalkan, jika ingin tata kelola perikanan tangkap di Indonesia menjadi lebih baik. Hendaknya pelaku usaha peka dan antisipatif dengan perubahan ini.

Sejak launching secara resmi Februari lalu, banyak capaian signifikan terkait penerapan e-log book penangkapan ikan di Indonesia.

Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Analisis Pengelolaan Sumberdaya Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP, Syahril Abd Raup mengatakan, capaian ini antara lain, jumlah pelabuhan perikanan yang menerapkan log book mengalami peningkatan menjadi 52 lokasi pelabuhan. Sebelumnya, pada 2018 sebanyak 34 Pelabuhan.

Kemudian, jumlah kapal perikanan yang menerapkan log book penangkapan ikan semakin meningkat. Empat tahun sebelumnya hanya 3.367 unit kapal perikanan.

Di bulan Mei kapal perikanan yang menggunakan e-log book meningkat 4.233 unit. Kapal yang sudah mengaktivasi penggunaan e-log book sebanyak 5.393 unit.

Sejak penerapan e-log book penangkapan ikan, sistem verifikasi berjalan baik dengan melibatkan syahbandar di pelabuhan perikanan, observer on board DJPT dan pejabat fungsional pengelola produksi perikanan tangkap.

Hasilnya menurut Syahril, dari 34.908 trip kapal yang diverifikasi, sebanyak 62,70 persen yang dikategorikan patuh dan 37,30 persen sisanya masuk kategori tidak patuh dan dikembalikan ke pemilik kapal yang diklarifikasi.

Penerapan e-log book penangkapan ikan Indonesia pertama di Asean dan kedua di Asia setelah Korea Selatan, pernah disampaikan Farid Ma’ruf, USAID Oceans Specialist on Electronic Catch Documentation and Traceability (e-CDT).

Menurut Syahril, penerapan e-log book penangkapan ikan Indonesia sudah disosialisasikan dalam berbagai forum. Sosialisasi ini bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga regional. Seperti yang baru saja dilaksanakan di Dili – Timor Leste, pada 24 – 29 Juni 2019 melalui Workshop on Catch Documentation and Traceability (CDT) system design.

Dalam workshop yang diselenggarakan atas kerjasama Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative (CTI) dan USAID Oceans Project, Indonesia menyampaikan perkembangan implementasi program eCDT melalui e-log book. Aplikasi ini memudahkan nelayan untuk mengirimkan data secara langsung dan terkini.

Timor Leste tertarik menggunakan aplikasi ini. Selanjutnya, Indonesia bersedia sharing pengalaman dan mengajarkan aplikasi e-log book penangkapan kepada negara-negara anggota CTI.

“Bulan Juli ini, Ditjen Perikanan Tangkap akan menyampaikan e-log book penangkapan ikan kepada 27 Negara Sahabat dalam program Capacity Building Bidang Kelautan dan Perikanan,” kata Syahril.*

Exit mobile version