Aplikasi Laut Nusantara dan Sister Net Mulai Diterapkan di Sebatik

Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta- Platform digital aplikasi Laut Nusantara dan Sister Net mulai diterapkan di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini kerjasama Badan Keamanan Laut (Bakamla, Indonesian Coast Guard) RI dengan PT XL Axiata setelah Pembentukan Kelompok Potensi Maritim (Poksimar).

Poksimar ini berada di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik, sebagai salah satu kegiatan fasilitasi kerjasama Pembentukan Desa Maritim dan Kelompok Potensi Maritim, serta Bimbingan Teknis Aplikasi Laut Nusantara dan Sister Net.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Laksma Bakamla Dade Ruskandar mengatakan, perjanjian kerja sama tentang pembentukan dan pemberdayaan desa maritime yang telah ditandatangani sehari sebelumnya, Selasa (13/8) merupakan langkah yang sangat tepat, guna menyelaraskan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dengan prinsip saling menguntungkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Bupati Nunukan telah mengeluarkan Keputusan Nomor 188.45/379/VI/2019 tanggal 14 Juni 2019 tentang Penetapan Desa Balansiku Kecamatan Sebatik Sebagai Desa Maritim. Hal ini yang mendasari kerjasama dengan Bakamla dalam hal pembentukan dan pemberadayaan desa maritim di wilayah perairan Kabupaten Nunukan, khususnya Desa Balansiku, serta peningkatan keamanan dan keselamatan di laut.

Melalui Poksimar dan penerapan aplikasi Laut Nusantara dan Sister Net, diharapkan masyarakat Nunukan dapat menjadi jembatan informasi keamanan dan keselamatan di laut.

Aplikasi Laut Nusantara dapat meningkatkan efisiensi nelayan dalam menangkap ikan, sedangkan aplikasi Sister Net untuk mendukung pemberdayaan wanita Desa Maritim Balansiku.

Ke depan Poksimar akan menjadi mitra Bakamla dalam mendukung tugas dan fungsi Bakamla.

Untuk mendukung hal tersebut, diserahkan empat unit Handphone kepada masyarakat desa maritim, yang diterima oleh Ketua Kelompok Poksimar.*

Exit mobile version