Hingga akhir November terdapat 26 topan di Pasifik Utara bagian Barat dan Laut Cina Selatan, ”2,7 kali lebih tinggi dari rata-rata multi-tahunan sebesar 23,3 kali untuk periode yang sama,” menurut WMO.
Terdapat serangkaian kisah sukses yang luar biasa di seluruh kawasan. Ini termasuk:
• Sistem peringatan dini multi-bahaya dan pemantauan hidrologi yang lebih kuat,
• Peningkatan kesiapsiagaan dan respons bencana,
• Pengintaian udara canggih dan pengambilan data angin 3D berbasis radar,
• Portal pertukaran data AI (Kecerdasan buatan) regional yang memperkuat prakiraan kolaboratif.
Pusat Meteorologi Khusus Regional (RSMC) WMO di Tokyo terus memperkuat sistem peringatan di kawasan tersebut dengan analisis satelit berkualitas tinggi dan panduan jalur terbaik yang terpercaya.
Kemitraan peningkatan kapasitas regional semakin menunjukkan bagaimana teknologi, sains, dan kerja sama menghasilkan prakiraan yang lebih baik, ketahanan yang lebih kuat, dan perlindungan yang lebih efektif bagi masyarakat yang berada di jalur siklon tropis.
Topan Super Ragasa yang terkuat tahun 2025, dibahas dalam forum di Makau. Siklon tropis ini mencapai sekitar 125 knot pada intensitas puncaknya.
”Ragasa mencatat rekor sejarah di Hong Kong, Tiongkok sebagai siklon tropis terjauh yang pernah memicu Sinyal Badai No. 10 maksimum,” demikian penyampaian Komite Topan (Typhoon Committee).




