Di tengah dominasi kondisi kering, peluang terjadinya hujan masih tetap ada di beberapa wilayah akibat dukungan dinamika atmosfer skala regional. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan berada di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, sementara Gelombang Kelvin berpotensi memengaruhi Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Pada saat yang sama, pola angin juga menunjukkan adanya zona perlambatan dan pertemuan massa udara di sebagian Sumatera bagian tengah dan utara, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Sulawesi bagian utara, serta Papua.
Dukungan gelombang atmosfer, kondisi suhu muka laut yang relatif hangat, serta pola konvergensi dan belokan angin tersebut dapat menciptakan lingkungan atmosfer yang lebih kondusif bagi pertumbuhan awan hujan.
Karena itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir maupun angin kencang, masih berpeluang terjadi secara lokal.
Periode 6 – 9 Oktober 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini Siaga dan wilayah potensi kejadian hujan lebat – sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Utara.




