Kejadian hujan tersebut terjadi karena adanya kombinasi beberapa faktor atmosfer, seperti aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Equatorial Rossby, kondisi suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan, serta terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah Indonesia.
Kombinasi kondisi tersebut meningkatkan ketersediaan uap air dan mendukung proses pengangkatan massa udara, sehingga pertumbuhan awan hujan tetap terjadi di sejumlah wilayah, meskipun kondisi relatif kering masih berlangsung di wilayah lainnya.




