Darilaut – Badai tropis Agaton dengan nama internasional Megi menewaskan sedikitny 25 orang dan delapan hilang di Visayas dan Mindanao, Filipina.
Mengutip Inquirer.net Selasa (12/4) badai tropis Agaton telah melemah menjadi depresi tropis, namun sebelumnya hujan lebat mengguyur sebagian Visayas dan Mindanao yang menyebabkan sedikitnya 25 orang tewas dan delapan hilang.
Pada Senin (11/4), pihak berwenang menemukan jenazah 22 orang yang terkubur hidup-hidup di tiga barangay di Baybay City, Leyte, sehari setelah rumah mereka tertimbun lumpur dan batu-batu besar yang terlepas akibat hujan yang terus-menerus.
Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional, melaporkan dua kematian di Monkayo, Davao de Oro, yang ketiga di Cateel, Davao Oriental dan satu orang hilang di Monkayo, Davao de Oro.
Badan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kematian itu masih divalidasi sambil menunggu laporan resmi tentang penyebabnya.
Tujuh orang dilaporkan hilang di dua desa di Baybay City, yang paling parah dilanda Agaton.
Enam dari korban dilaporkan terkena tanah longsor di Barangay Can-ipa sementara yang ketujuh adalah putra rektor Universitas Negeri Visayas yang terakhir terlihat di sebuah pantai di Barangay Guadalupe pada hari Minggu.
Walikota Kota Cebu Michael Rama, menyatakan “keadaan bencana” di kota itu pada Minggu 10 April, karena hujan terus-menerus.
Di Kota Iloilo, 15 desa terendam banjir pada Senin sore, menurut laporan dari Kantor Manajemen Pengurangan Risiko Bencana kota.
Mengutip Floodlist.com Selasa (12/4) hingga 12 April 2022, Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) melaporkan sedikitnya 300 insiden banjir, sebagian besar di Wilayah Visayas Timur (115 insiden), Bangsamoro (82), Soccsksargen (35), Visayas Barat (34), dan CARAGA (20).
NDRRMC juga melaporkan 15 lokasi tanah longsor, termasuk 7 di Visayas Timur di mana beberapa korban jiwa dilaporkan.
NDRRMC menambahkan bahwa 139.146 telah terkena dampak badai di 274 barangay (distrik) secara total.
Di Provinsi Samar Timur sebanyak 64.970 orang, 21.761 di Provinsi Davao del Norte, dan 30.974 di Provinsi Agusan del Sur.
Ribuan orang dievakuasi. Hampir 100 rumah telah rusak atau hancur sejak badai melanda dan pada satu titik 20.364 orang mengungsi dan dipindahkan ke tempat akomodasi darurat.
Pada 12 April NDRRMC telah mengkonfirmasi 20 korban jiwa, termasuk 3 korban yang meninggal di Wilayah Davao sebelum badai mendarat.
Korban lainnya meninggal karena tanah longsor yang melanda desa-desa di Barangay Bunga, Kota Baybay di Provinsi Leyte, wilayah Visayas Timur.
Rumah-rumah terkubur dalam lumpur dan puing-puing atau hanyut oleh banjir. Sedikitnya 6 keluarga dilaporkan hilang.
Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung di sana dan jumlah korban jiwa kemungkinan akan meningkat.
Sumber: Inquirer.net, Thestar.com dan Floodlist.com
