Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Kalmaegi terbentuk di barat laut Kepulauan Yap atau utara timur laut Palau dan utara Teluk Cendrawasih, Papua, pada Minggu (2/11) dini hari.
Sistem yang berada di Samudra Pasifik bagian barat tersebut diperkirakan akan menguat menjadi topan (typhoon) dalam beberapa mendatang.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) sietem ini mengarah ke barat-barat laut dengan kecepatan 25 km per jam atau 14 knot.
Kalmaegi topan Jepang nomor 25 mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di seluruh area 110 km (60 NM).
Tekanan udara pada pusatnya 1000 hPa (hektopaskal), kata JMA.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Kalmaegi terletak 126 km barat laut Yap, dengan kecepatan 19 km per jam (10 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 kaki), kata JTWC.
JTWC memperkirakan Kalmaegi akan mendarat dalam 48 hingga 60 jam di dekat Samar selatan dan Leyte.
Lintasannya kemudian akan berbelok lebih ke arah barat laut selama 3 hari ke depan seiring sistem ini melintasi Laut Cina Selatan.
Mengenai intensitas, menurut JTWC, Kalmaegi akan tetap berada dalam kondisi yang menguntungkan untuk perkembangan lebih lanjut hingga mencapai daratan.
Badai tropis Kalmaegi terbentuk dari bibit siklon tropis 98W.
Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan wilayah tekanan rendah di Pasifik Barat Laut menguat menjadi depresi tropis, Sabtu (1/11) sore.
Pada Sabtu Pukul 23.00 tadi malam, sistem ini terletak 190 kilometer barat laut Pulau Yap, dan diperkirakan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam, menuju perairan timur Filipina dan secara bertahap menguat.
