Darilaut – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Imran Pambudi, mengatakan, kasus flu burung di Indonesia pertama kali dilaporkan pada 2005.
Sejak saat itu hingga tahun 2017, tercatat sebanyak 200 kasus dengan 168 kematian, sehingga angka kematian (Case Fatality Rate/CFR) sebesar 84%. Kasus-kasus tersebut tersebar di 15 provinsi dan 59 kabupaten/kota.
“Indonesia melaporkan kasus flu burung terakhir pada 2017 (satu kasus, satu meninggal) di Kabupaten Klungkung, Bali. Hingga kasus terakhir, penularan masih terjadi dari unggas ke manusia,” kata Imran.
Di tingkat global, WHO mengkonfirmasi sejumlah laporan kasus flu burung pada manusia.
Berikut ini data kumulatif kasus flu burung H5N1 pada manusia di 23 negara yang tercatat oleh WHO sepanjang tahun 2003-2024:
2003-2009: 468 kasus, 282 kematian
2010-2014: 233 kasus, 125 kematian
2015-2019: 160 kasus, 48 kematian
2020: 1 kasus
2021: 2 kasus, 1 kematian
2022: 6 kasus, 1 kematian
2023: 12 kasus, 4 kematian
2024: 7 kasus, 2 kematian
Berdasarkan laporan terbaru WHO, menurut Imran, terdapat tambahan kasus flu burung pada manusia, yaitu:
19 April 2024: Avian Influenza H9N2 di Vietnam
18 Mei 2024: Avian Influenza H5N1 di Australia
22 Mei 2024: Avian Influenza H9N2 di India
23 Mei 2024: Avian Influenza H5N2 di Meksiko
Secara total, dari tahun 2003 hingga Mei 2024, terdapat 893 kasus flu burung dengan 464 kematian yang tercatat di WHO, dengan rincian:
H5N1: 890 kasus, 463 kematian
H9N2: 2 kasus
H5N2: 1 kasus, 1 kematian
Pada rentang Januari-Juni 2024, ASEAN BioDiaspora Virtual Center juga mencatat kasus flu burung pada manusia di wilayah ASEAN. Secara khusus di wilayah ASEAN, laporan kasus flu burung, yaitu:
6 April 2024: Avian Influenza H9N2 di Vietnam
22 Maret 2024: Avian Influenza H5N1 di Vietnam
21 Februari 2024: Avian Influenza H5N1 di Kamboja
29 Januari 2024: Avian Influenza H5N1 di Kamboja
Virus flu burung biasanya tidak menginfeksi manusia. Namun, ada beberapa kasus langka infeksi virus ini pada manusia.
Pada Minggu ketiga Februari 2023, WHO menerima laporan dari Cambodia International Health Regulations (IHR) National Focal Point (NFP) mengenai satu kasus infeksi manusia dengan virus avian influenza A (H5N1).
Selanjutnya, kasus kedua, kontak keluarga dari kasus pertama. Investigasi wabah sedang berlangsung termasuk menentukan paparan virus dari dua kasus yang dilaporkan ini.
Ini adalah dua kasus pertama flu burung A (H5N1) yang dilaporkan dari Kamboja sejak 2014.
Sebelumnya, pada Desember 2003, Kamboja melaporkan wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 untuk pertama kalinya yang menyerang unggas liar.
Sejak saat itu, hingga 2014, kasus manusia akibat penularan dari unggas ke manusia telah dilaporkan secara sporadis di Kamboja.
Pada Maret 2023, Jepang memusnahkan ratusan ribu ayam menyusul kasus flu burung yang sangat menular terdeteksi di sebuah peternakan unggas di Hokkaido, prefektur paling utara.
Para pejabat prefektur Hokkaido mengatakan sebuah peternakan unggas di Kota Chitose melaporkan ayam mati pada hari Senin.
Melansir Nippon Hoso Kyokai (NHK) hasil pengujian genetik mengungkapkan bahwa jenis flu burung H5, yang memiliki tingkat kematian tinggi.
Pemerintah prefektur mengadakan pertemuan darurat dan memutuskan untuk membuang sekitar 560.000 ayam di peternakan.
Ini adalah jumlah ayam tertinggi yang pernah dimusnahkan karena flu burung di Hokkaido.
Pemerintah prefektur melarang pergerakan sekitar 860.000 ayam dan telurnya dari empat peternakan unggas yang terletak dalam jarak tiga kilometer dari lokasi wabah.
Sumber:Kemkes RI, WHO dan NHK
