Pada Sabtu 28 November terjadi kenaikan jumlah guguran secara signifikan. Diikuti kejadian awan panas guguran yang berasal dari ujung lidah lava dengan jarak luncur maksimum 1 kilo meter ke sektor tenggara lereng.
Hari ini Selasa (1/12) mulai pukul 01.23 WIB, teramati awan panas guguran dari kubah puncak, dengan jarak luncur 2 hingga 11 kilo meter ke arah Besok Kobokan di sektor tenggara dari puncak Gunung Semeru.
Adapun jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 Oktober hingga 30 November 2020 didominasi Gempa Letusan dengan rata-rata 40 kejadian per hari.
Pada 20 November 2020 jumlah Gempa Letusan cenderung menurun, dan terjadi kenaikan pada jumlah Gempa Guguran.
Gempa Hembusan terjadi rata-rata 10 kejadian per hari, sedangkan gempa-gempa vulkanik (Gempa Vulkanik Dalam, Vulkanik Dangkal, dan Tremor) terekam dengan jumlah sangat rendah.





Komentar tentang post