Darilaut – Bambu muncul sebagai spesies yang bermanfaat dalam upaya yang semakin meningkat untuk melindungi dan memulihkan ekosistem di seluruh dunia.
Bambu membantu menyerap karbon untuk memerangi perubahan iklim dan menciptakan lapangan kerja yang memajukan pembangunan berkelanjutan.
Selama berabad-abad, bambu juga telah digunakan untuk pengendalian erosi, khususnya di Asia. Dengan sistem akar yang luas, spesies ini membantu menstabilkan tanah, terutama di daerah miring atau rawan banjir.
Kini, semakin banyak perhatian tertuju pada manfaat bambu sebagai alat yang menjanjikan tidak hanya untuk mencegah tetapi juga untuk membalikkan degradasi lahan – sekaligus mendukung kecerdasan bisnis dan pertumbuhan ekonomi.
“Pemulihan bekerja paling baik ketika manusia dan alam sama-sama mendapat manfaat nyata dari pengelolaan sumber daya alam kita yang berharga secara hati-hati,” kata Natalia Alekseeva dari Program Lingkungan PBB (UNEP) seperti dikutip dari Unep.org.
“Sebagai tanaman yang berharga dan alat yang ampuh untuk mengelola lahan, bambu asli memenuhi semua kriteria.”
Lebih dari 1.600 spesies bambu – secara teknis merupakan rumput, bukan pohon – tumbuh secara alami di seluruh wilayah tropis dan beriklim sedang hangat di Afrika, Amerika, dan Asia.




