Mengingat Cina saat ini sedang berada dalam periode kritis pengendalian banjir, ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk bersiap menghadapi skenario terburuk dan situasi ekstrem, menerapkan langkah-langkah pencegahan banjir dan topan secara menyeluruh, serta meningkatkan upaya untuk mengidentifikasi dan menangani potensi risiko dan bahaya.
Ia menuntut tindakan tegas untuk mencegah bencana dan kecelakaan besar maupun katastropik, serta melindungi nyawa dan harta benda masyarakat.
Perdana Menteri Li Qiang juga mengeluarkan instruksi yang menyerukan verifikasi segera mengenai jumlah orang yang hilang dan terdampak, serta upaya penyelamatan dan bantuan yang maksimal.
Li menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara terkait, segera berbagi informasi, dan bekerja sama dalam menangani upaya penyelamatan dan bantuan secara tepat.
Sumber: Aljazeera.com dan Xinhua




