Darilaut – Dalam sepekan terakhir banjir melanda di sejumlah wilayah di Indonesia seperti di Sumatera Utara dan Aceh.
Di Kabupaten Batubara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sebanyak 5.806 rumah yang ditempati kurang lebih 5.806 KK terdampak banjir. Di samping itu, lahan perkebunan atau pertanian seluas 4.778,5 hektar juga terdampak.
Untuk percepatan penanganan banjir yang melanda wilayah Kabupaten Batubara, BPBD bersama tim gabungan dari lintas unsur terkait segera melakukan berbagai upaya mulai dari perbaikan tanggul sungai yang jebol, sebagai salah satu penyebab masuknya air ke wilayah permukaan warga.
BPBD Kabupaten Batubara bersama pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan pendataan, pemantauan debit muka air dan pengecekan langsung di lokasi bencana banjir untuk menginventarisir dampak serta kerusakan sarana dan prasarana yang ada.
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Asahan, juga terdampak banjir. BPBD setempat melaporkan sebanyak 30 KK masih mengungsi ke tempat yang aman.
Sebanyak 707 KK atau 1.898 jiwa terdampak di sejumlah kecamatan. Banjir merendam 707 unit rumah, 3 unit sarana pendidikan, 3 unit sarana ibadah serta lahan persawahan milik warga.
Sementara di Kabupaten Nias Utara, BPBD setempat mengaktifkan posko penanganan darurat banjir di Wilayahnya. Hujan dengan intensits tinggi mengakibatkan debit air Sungai Muzoi, Ehau dan Tumula meluap dan merendam 500 unit rumah warga.
Pantuan BPBD tinggi muka air hingga 200 cm. Sebanyak empat kecamatan yang terdampak banjir tersebut, yaitu Kecamatan Lahewa Timur, Alasa, Lotu dan Sitolu Ori. Hingga siang tadi BPBD setempat masih melakukan kaji cepat serta pendataan kerugian materil akibat banjir.
Di Kabupaten Aceh Tenggara, banjir melanda 9 desa di Kecamatan Deleng Pokhkinson, Bambel dan Babussalam.
Terdapat 163 jiwa atau 44 Kepala Keluarga (KK) terdampak, serta 44 unit rumah warga tergenang dengan Tinggi Muka Air (TMA) hingga 60 sentimeter.
Banjir di wilayah Aceh Tenggara ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya air Sungai Kali Bulan serta jebolnya tanggul sungai di beberapa desa.
Sebelumnya, peristiwa banjir juga dilaporkan di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Ketinggian muka air (TMA) yang merendam 957 unit rumah terpantau antara 80 hingga 100 cm.
