Banjir, Longsor dan Angin Kencang Merusak Puluhan Rumah

Ilustrasi banjir. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banjir, tanah longsor dan angin kencang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Di Kabupaten Kerawang, Jawa Barat, angin kencang merusak sejumlah rumah.

Angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan lebat pada Jumat (26/11). Bencana terjadi di Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari.

Tercatat rumah rusak berat sebanyak 7 unit, rusak sedang 4 unit dan rusak ringan 5 unit. Total warga terdampak angin kencang mencapai 19 KK atau 72 jiwa.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang dibantu TNI, Polri, relawan dan warga setempat membantu warga yang rumahnya rusak. BPBD telah mendata kerusakan rumah maupun jumlah keluarga terdampak angin kencang di lokasi terdampak.

Di Kabupaten Bandung, dua warga dilaporkan selamat dari peristiwa tanah longsor. BPBD Kabupaten Bandung melaporkan terdapat satu orang meninggal dunia, dua warga mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di RS Soreang.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (27/11). Karena struktur tanah yang labil, mengakibatkan tanah longsor di malam hari.

Peristiwa tanah longsor ini menimpa rumah warga di Desa Cukang Genteng di Kecamatan Pasir Jambu. Terdapat satu rumah warga dilaporkan rusak berat akibat tertimpa material longsor.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, banjir yang disebabkan hujan dengan intensitas tinggi merendam empat kecamatan, Sabtu (27/11).

Tinggi muka air yang melanda empat kecamatan berkisar 40 sampai 50 sentimeter. Keempat kecamatan tersebut mencakup Kecamatan Brabai, Haruyan, Hantakan dan Batang Alai. Di Kecamatan Brabai, empat desa yang dilanda banjir, yaitu Desa Barabai Utara, Selatan, Barat, dan Mendingan.

BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah melakukan upaya penanganan banjir dengan mendirikan pos komando (posko) di Stadion Mandingin sehingga diharapkan respons darurat berlangsung efektif. Salah satu penanganan darurat posko yaitu pendataan kerugian material di wilayah terdampak banjir.

Di Kabupaten Blora BPBD setempat melaporkan lokasi yang terdampak banjir di Kecamatan Cepu dan Kradenan. Banjir diakibatkan guyuran hujan lebat sehingga debit air Sungai Putat dan Gareng meluap pada Sabtu (27/11).

BPBD Kabupaten Blora melaporkan bahwa banjir telah surut dan melakukan pendataan serta pembersihan material bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, organisasi masyarakat serta perangkat kelurahan setempat.

Exit mobile version