Darilaut – Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat membantu penyelamatan 1.286 butir telur penyu yang ditemukan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Ribuan telur penyu itu ditemukan di dua lokasi berbeda. Rinciannya sebanyak 96 butir telur penyu ditemukan personel Satgas Pamtas TNI AD Gabma Temajok saat melaksanakan patroli di wilayah Temajuk. Sedangkan 1.190 butir telur lainnya diamankan Badan Karantina Indonesia di Sintete, Kabupaten Sambas.
Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak langsung melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, pendataan, evakuasi, serta identifikasi bersama dokter hewan sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (11/8), mengatakan, perlindungan penyu membutuhkan sinergi seluruh pihak. Kecepatan respons, koordinasi antarinstansi, serta kepatuhan terhadap prosedur menjadi kunci agar setiap temuan dapat ditangani dengan baik sekaligus mendukung kelestarian ekosistem laut.
Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan dokter hewan dari Sealife, 96 butir telur yang diamankan dari Temajuk terindikasi merupakan penyu hijau, masih dalam kondisi baik, dan menunjukkan tanda fertilitas sehingga direkomendasikan untuk ditetaskan dan kini telah diinkubasi di Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak.




