Darilaut – Serangan terhadap sebuah kapal niaga di lepas pantai selatan Yaman —yang dilaporkan menewaskan beberapa pelaut pada hari Selasa— dapat memicu kembali kekhawatiran mendalam terkait perdagangan global, di tengah perang Iran-AS yang sedang berlangsung yang telah melumpuhkan pelayaran di Selat Hormuz.
Sebagaimana dketahui, Laut Merah merupakan jalur perdagangan global yang vital. Dengan adanya serangan tersebut menyebabkan ketidakpastian yang semakin besar bagi pelayaran
“Dengan rasa sedih dan penyesalan, saya mengetahui bahwa sekali lagi, para pelaut yang tidak bersalah kehilangan nyawa dalam serangan yang tidak dapat dibenarkan terhadap pelayaran internasional,” ujar Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez, mengutip siaran pers UN News.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban.”
“Sangat mengkhawatirkan bahwa serangan terbaru ini terjadi di wilayah Laut Merah dan Teluk Aden,” ujar Dominguez, seraya mencatat bahwa serangan berkelanjutan terhadap pelayaran “hanya akan meningkatkan ketegangan dan mengancam rantai pasok global yang menjadi tumpuan semua pihak.”
Penyampaian Dominguez menyusul serangan terhadap kapal kargo dek Tihamah, yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Houthi dari Yaman.



