Rabu, September 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

redaksi
13 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

Hujan meteor Perseid. FOTO: BRIN

Darilaut – Hujan meteor Perseid terekam All Sky Camera (ASC) di Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur.

Hujan meteor tersebut mencapai puncaknya pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus 2026

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan hujan meteor Perseid terjadi ketika Bumi bertemu dengan gugusan debu yang ditinggalkan Komet Swift-Tuttle.

Hujan meteor Perseid terjadi karena pertemuan Bumi dengan gugusan debu Komet Swift-Tuttle. Akibatnya, debu-debu yang masuk atmosfer terbakar pada ketinggian sekitar 70–90 kilometer. Debu yang terbakar itulah yang tampak sebagai meteor, kata Thomas.

Ketika Bumi melintasi kawasan yang dipenuhi partikel peninggalan komet tersebut, banyak partikel memasuki atmosfer dalam periode yang relatif bersamaan. Fenomena kemunculan meteor dalam jumlah banyak itulah yang kemudian dikenal sebagai hujan meteor.

Meski disebut “hujan meteor”, fenomena tersebut bukan berarti benda langit turun ke permukaan Bumi seperti hujan. Cahaya yang terlihat di langit berasal dari partikel yang memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan kemudian berpijar.

Thomas mengatakan meteor-meteor Perseid seolah-olah berasal dari satu kawasan langit di sekitar rasi Perseus. Titik pertemuan Bumi dengan gugusan debu tersebut tampak pada arah rasi Perseus yang berada di langit timur laut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINMeteor PerseidNusa Tenggara Timur
Bagikan15Tweet10KirimKirim
Previous Post

Dua Tim Periset Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan Program Riset Internasional

Next Post

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Postingan Terkait

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

9 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

9 September 2026

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Next Post
Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

TERBARU

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Membahas Kerja Sama dengan Kansai University dan Tottori University Japan

Riset Kolaboratif Terbaru BRIN Temukan Dinamika Tersembunyi di Perairan Laut Dalam Selat Lifamatola

Hari Ini, Kapal Berlayar di Perairan Indonesia Mulai Aktifkan AIS

Ini Pengaruh Kuat Siklon Charlotte di Wilayah Indonesia

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Super Khanun di Selatan Okinawa

Tim Universitas Indonesia Kembangkan Aplikasi untuk Mitigasi Banjir

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.