Banjir Melanda Beberapa Wilayah, Satu Warga Meninggal Dunia di Tojo Una-Una

Tim gabungan melakukan pengukuran tinggi muka air banjir yang melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat pada Senin (22/1). FOTO: BPBD Kabupaten Sintang/BNPB

Darilaut – Dalam sepekan terakhir, beberapa wilayah terendam banjir di Indonesia. Banjir ini melanda Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan enam daerah di Kalimantan Tengah.

Hujan dengan intensitas tinggi sebabkan debit air Sungai Mawomba meluap hingga merendam sebagian permukiman warga di Tojo Una Una, pada Minggu (21/1). Satu orang warga meninggal dunia akibat terbawa arus saat banjir.

Data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/1) pukul 12.00 WIB, banjir berangsur surut di beberapa titik. Banjir sebelumnya sempat menggenangi empat desa antara lain, Desa Mawomba di Kecamatan Tojo Barat, kemudian Desa Bahari, Desa Tayawa dan Desa Lemoro di Kecamatan Tojo. Sebanyak 553 kepala keluarga di wilayah tersebut terdampak.

Banjir juga berdampak pada 553 unit rumah, 7 unit di antaranya hanyut terbawa arus. Selain itu terdapat satu unit masjid, tiga unit fasilitas pendidikan dan 1 unit puskesmas pembantu turut terdampak, serta akses jalan Trans Malino (Morut -Tayawa) terputus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una langsung turun ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan, kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat terkait penanganan lebih lanjut.

Banjir di Sintang

Banjir merendam sembilan kecamatan di Kabupaten Sintang, sejak sepekan lalu belum surut hingga Senin (22/1). Tercatat sebanyak 28.463 jiwa terdampak dan 95 jiwa di antaranya mengungsi.

Pusdalops BNPB mencatat ketinggian banjir bervariasi antara 50-200 centimeter. Adapun kecamatan terdampak banjir antara lain Kecamatan Sintang, Binjai Hulu, Tempunak, Serawai, Sepauk, Ketunggu Hilir, Kelam Permai, Dedai, dan Kayan Hilir.

Hasil pendataan tim kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang kerugian materil akibat banjir ini antara lain 3.659 unit rumah terdampak, 116 jembatan terdampak, dan 134 unit fasum terdampak.

Merespon keadaan ini, Bupati Sintang menetapkan Status Perpanjangan Siaga Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor di Kabupaten Sintang dengan Nomor SK : 400.9.10/92/KEP-BPBD/2024, mulai tanggal 17 Januari 2024 hingga 31 Januari 2024.

Kalimantan Tengah

Hasil pemutakhiran data Pusdalops BNPB pada Jumat (19/1), satu kota dan lima kabupaten di Kalimantan Tengah masih terendam Banjir. Kabupaten Murung Raya menjadi Kabupaten pertama yang terendam banjir sejak Senin (15/1), diikuti Kabupaten Barito Utara pada Selasa (16/1), Kota Palangkaraya, Barito Selatan, Kotawaringin dan Kapuas pada Rabu (17/1).

Kota Palangkaraya

Sebanyak 90 KK di satu kecamatan terdampak banjir dan sampai saat ini belum ada kerugian materil yang tercatat, tingi muka air 40-60 cm. BPBD Kota Palangkaraya berkoordinasi dengan aparat guna melakukan pendataan.

Murung Raya

38 desa/kelurahan di enam Kecamatan terendam banjir. Adapun kerugian materil dan non materil yang tercatat sebanyak 31.178 jiwa terdampak serta 9.527 unit rumah warga, 28 unit fasilitas pendidikan, 10 unti fasilitas kesehatan, 20 unit rumah ibadah dan 13 unit fasilitas umum terendam banjir. Untuk sementara, 11 KK dilaporkan mengungsi ke halaman kantor BPBD Kabupaten Murung Raya.

BPBD Murung raya masih berupaya melakukan evakuasi pengungsi terdampak banjir, sekaligius melakukan patrol sungai guna pendataan dan pembagian logistik di beberapa titik lokasi banjir. Sampai saat ini, dilaporkan banjir masih menggenang dengan tinggi muka air 50-200 cm, sehingga Bupati Murung Raya menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai tanggal 17 Januari sampai 15 Februari 2024.

Barito Utara

Sebanyak 11 Desa atau Kelurahan di 6 Kecamatan terendam banjir. Adapun kerugian materil dan non materil yang tercatat sebanyak 40.067 jiwa terdampak serta 7.274 unit rumah warga, 13 unit fasilitas pendidikan, 3 unit fasilitas kesehatan, 13 unit rumah ibadah, 5 unit kantor desa, 2 unit pasar tradisonal terendam banjir.

Barito Selatan

Sebanyak 4 Kecamatan terendam banjir. Adapun Kerugian materil dan non materil yang tercatat sebanyak 43.461 jiwa terdampak serta 3.602 unit rumah warga, 38 unit fasilitas pendidikan, 11 unit fasilitas kesehatan, 32 rumah ibadah, dan 8 fasilitas umum lainya terendam banjir. Sampai saat ini dilaporkan banjir belum surut dengan tinggi muka air 100-250 cm. BPBD Barito Selatan sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melakukan pendataan dan penanganan banjir.

Kotawaringin

Sebanyak 12 desa/kelurahan di 2 Kecamatan terendam banjir. Adapun kerugian materil dan non materil yang tercatat sebanyak 3.902 jiwa terdampak serta 983 unit rumah warga, 3 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas kesehatan, 1 rumah ibadah, dan 1 gedung pemerintah terendam banjir. Sampai saat ini dilaporkan banjir belum surut dengan tinggi muka air 10-50 cm.

Kapuas

Sebanyak 28 desa di enam kecamatan terendam banjir. Adapun kerugian materil yang tercatat sebanyak 24.234 jiwa terdampak serta 4.476 unit rumah warga, 65 unit fasilitas pendidikan, 16 unit fasilitas kesehatan, 49 unit rumah ibadah, 99 titik akses jalan dan 69 fasilitas umun lainya terendam banjir. Sampai saat ini dilaporkan banjir belum surut dengan tinggi muka air 10-50 cm.

BNPB mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan masuknya musim penghujan. Warga diimbau untuk mematuhi arahan pemerintah daerah setempat.

Exit mobile version