Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia

Tembok bangunan sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, roboh. FOTO: TRC BPBD Jakarta Selatan/BNPB

Darilaut – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan banjir di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Aceh.

Di Desa Cihaurbeuti, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, seorang warga dinyatakan hilang dalam peristiwa banjir pada Jumat (7/10). Korban yang bekerja sebagai penjual gorengan dan mengendarai sepeda motor diduga terbawa arus banjir.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis bersama tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, instansi terkait, relawan dan masyarakat masih berupaya mencari korban di sekitar DAS Citanduy.

Banjir melanda Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/10). Enam wilayah terdampak yaitu di Kecamatan Mustika Jaya, Jatiasih, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bantar Gebang dan Bekasi Barat. Tinggi muka air saat banjir pertama kali berlangsung sekitar 50 hingga 100 cm.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 900 KK warga Kota Bekasi terdampak. Tidak ada pengungsian karena peristiwa ini.

BPBD Kota Bekasi terus memantau kondisi di beberapa titik yang masih tergenang banjir.

Sejumlah desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bekasi, juga tergenang air setinggi 10 hingga 50 cm pada Jumat pagi (7/10).

Wilayah yang terdampak banjir yaitu di Desa Ciledung, Kecamatan Setu, Kelurahan Jatimulaya, Kecamatan Tambun Selatan, dan tiga desa lainnya di Kecamatan Babelan, yaitu Bahagia dan Setu.

BPBD setempat mencatat 765 KK atau 3.060 jiwa terdampak peristiwa ini.

Banjir merenggut nyawa tiga siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) dan dua lainnya luka-luka tertimpa tembok pembatas bangunan di belakang panggung terbuka MTs N 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10).

Hasil kajian sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, peristiwa robohnya tembok itu diduga karena kehilangan kemampuan menahan volume genangan air dari luar sekolah yang terus naik oleh hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, faktor lain yang diduga menjadi penyebab terjadinya genangan di lokasi kejadian adalah karena buruknya sistem drainase, sehingga menyebabkan air gorong-gorong meluap.

Di samping itu, posisi sekolah juga berada di dataran rendah yang di sekitarnya terdapat saluran penghubung (PHB) Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.

BPBD Provinsi DKI Jakarta juga melaporkan bahwa hingga pukul 18.00 WIB, terdapat beberapa genangan di beberapa titik lokasi di wilayah Jakarta Selatan. Terdapat 17 ruas jalan dan 41 RT yang terendam genangan air.

Sebanyak 2.436 warga dilaporkan mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah Aceh Timur, Provinsi Aceh, Jumat (7/10). Warga sebagian besar mengungsi di Balai Dusun, Meunasah, Masjid dan Dayah.

Banjir melanda enam kecamatan di Aceh Timur yakni Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Punaron, Kecamatan Birem Bayeun, Kecamatan Indra Makmur, Kecamatan Nurussalam, dan Kecamatan Banda alam.

Tercatat 1.276 kk/4.764 jiwa terdampak dengan total 1.276 rumah tergenang.

Informasi ini dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan data yang dari BPBD Kabupaten Aceh Timur.

BPBD Kabupaten Aceh Timur segera melakukan koordinasi lintas sektor terkait dalam upaya percepatan penanganan darurat. Selain itu, petugas gabungan juga tetap bersiaga untuk memantau beberapa lokasi yang masih mengalami kenaikan debit air.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi terus menerus selama beberapa hari di Kabupaten Aceh menyebabkan Sungai Tamiang meluap dan memicu banjir pada Rabu, (5/10).

BPBD Kabupaten Aceh Tamiang telah berada di lokasi banjir untuk melakukan pendataan korban dan kerusakan.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, banjir menyebabkan terputusnya akses jalan dari Gampong Juar menuju Gampong Sekumur yang terletak di Kecamatan Sekerak. Sementara jumlah korban dan kerugian masih dalam pendataan.

Terdapat empat kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Bandar Pusaka tepatnya Gampong Pantai Cempaka dan Babo. Kemudian Kecamatan Sekerak tepatnya Gampong Baleng Karang dan Juar, Kecamatan Kota Kualasimpang tepatnya Gampong Kualasimpang, dan terakhir Kecamatan Kejuruan Muda di Gampong Bukit Rata.

BNPB mengimbau bagi masyarakat dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh faktor cuaca seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor.

Masyarakat dan pemerintah daerah dapat menerapkan langkah kesiapsiagaan dan pencegahan dengan melakukan susur sungai secara berkala bersama tenaga profesional, membuat tempat penampungan air sementara atau tanggul penahan air.

Selain itu, memantau debit air dan bersiap-siap jika curah hujan tinggi selama lebih dari satu jam serta membuat rencana evakuasi khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Di Aceh Utara sebanyak 5.104 KK atau 18.160 warga mengungsi karena banjir pada Selasa (4/10). Banjir juga telah berdampak pada 22.535 jiwa yang tinggal di 95 gampong yang berada di 12 kecamatan.

Exit mobile version