Bencana tersebut berdampak pada 747 kepala keluarga atau 3.524 jiwa, 724 unit rumah terdampak, tiga unit rumah hanyut serta 20 unit rumah mengalami rusak berat.
Wilayah terdampak meliputi Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto di Kecamatan Biau.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menetapkan status tanggap darurat sejak Selasa (26/5) hingga Rabu (24/6).
Saat ini banjir telah surut dan BPBD bersama lintas sektor terus melakukan asesmen pascabencana, pembersihan lingkungan serta penyaluran bantuan makanan siap saji kepada masyarakat terdampak.
Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Bone Bolango, pada Selasa (26/5). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah pesisir Desa Muara Bone, Kecamatan Bone.
Banjir merendam sedikitnya 35 unit rumah warga, serta mengakibatkan 1 unit rumah milik warga hancur total dan hanyut terbawa derasnya arus material.
Di Sulawesi Selatan, BNPB mencatat banjir di Kabupaten Luwu Utara yang terjadi pada Rabu (13/5), masih menjadi salah satu kejadian yang terus dipantau BNPB. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memberlakukan status tanggap darurat hingga Selasa (16/6).
Wilayah terdampak meliputi Desa Beringin Jaya, Lembang-Lembang, Polewali dan Mekarsari Jaya di Kecamatan Baebunta Selatan; Desa Pombakka, Limbang Wara, Waelawi, Cenning dan Wara di Kecamatan Malangke Barat; Desa Tolada, Pattimang, Pettalandung, Putemata, Tingkara, Ladongi, Salekoe, Malangke, Pince Pute, Benteng, Takkalala, Tokke, Tandung dan Girikusuma di Kecamatan Malangke; Desa Baloli di Kecamatan Baebunta; Desa Ujung Mattajang di Kecamatan Mappedeceng; Desa Pongko dan Batangtongka di Kecamatan Bone-Bone; serta Desa Bungadidi di Kecamatan Tanalili.




