Darilaut – Ribuan rumah terendam banjir di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (11/6) hingga Jumat (12/6). Banjir juga terjadi di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan Jumat (12/6).
Di Kota Gorontalo banjir merendam rumah di Kecamatan Kota Timur dan Dumbo Taya, masing-masing di Kelurahan Padebuolo, Ipilo, Kampung Bugis dan Talumolo. Banjir ini karena meluapnya sungai Bone dari Kabupaten Bone Bolango.
Di Bone Bolango, banjir bandang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, meliputi Kecamatan Sawawa, Kecamatan Sawawa Tengah, Kecamatan Sawawa Selatan dan Kecamatan Botupingge.
Banjir bandang tersebut dipicu oleh hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama 14 jam, terhitung sejak pukul 01.00 hingga 15.00 WITA. Intensitas hujan yang tinggi tersebut menyebabkan tanggul jebol dan Sungai Taludaa meluap, Kamis (11/6).
Sedikitnya 3 orang luka-luka, 5.407 jiwa dari 1.479 KK terdampak banjir dengan tinggi muka air 1,5 meter.
Selain itu banjir juga merendam 1.479 rumah, 2 unit jembatan rusak berat dan 1 unit jembatan rusak ringan.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango masih melakukan assessment, koordiansi dengan TNI/POLRI dan tim SAR untuk melakukan evakuasi di lapangan.
Hingga Sabtu (13/6) banjir di sebagian lokasi sudah surut. Namun, warga masih was-was apabila Sungai Bone meluap lagi.
Di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebanyak 7 kelurahan yang berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu, terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Calendu, setelah tak mampu menampung debit air dari tingginya curah hujan pada Jumat (12/6) pukul 17.00 WITA.
Selain meluapnya Sungai Calendu, banjir juga disebabkan oleh jebolnya Cekdam Balang Sikuyu pada sisi kanan akibat tak mampu menahan derasnya debit air yang terus naik.
Adapun tujuh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Pallantikang, Kelurahan Mallilingi, Kelurahan Letta, Kelurahan Lembang Kelurahan Bonto Sunggu, Kelurahan Bontoatu dan Kelurahan Bontorita.
Kondisi di lapangan yang dapat dilaporkan adalah rumah warga banyak yang terendam banjir, perkebunan dan fasilitas umum lainnya juga terdampak banjir.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan koodinasi dengan dinas terkait dan berbagai komponen untuk proses assesment, pendataan dan evakuasi sejumlah warga yang terdampak.
Sementara para warga yang terdampak diungsikan ke Rumah Dinas Bupati Bantaeng.*
