Bank Genetik dan Bioinformatik kelautan Perlu Dikembangkan di Indonesia

Ilustrasi terumbu karang dan asosiasi berbagai jenis ikan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Rektor IPB University Prof Arif Satria, mengatakan, Indonesia harus mengembangkan Bank Genetik dan Bioinformatik Kelautan dan Perikanan.

Melansir Ipb.ac.id, Senin (21/6), menurut Rektor, lautan Indonesia kaya akan berbagai jenis biota laut yang juga merupakan sumber pangan bagi masyarakat. Penggunaan informasi genetik menjadi bagian penting untuk medukung ketahanan pangan tersebut.

Hal ini disampaikan Rektor Arif Satria dalam Webinar dan Peluncuran Indonesian Marine and Fisheries Genetic Network (Inmafigen).

Kegiatan ini digelar oleh Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan/FPIK (HAC) IPB University bekerja sama dengan sembilan perguruan tinggi di Indonesia.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University yang juga ahli Konservasi dan Ekowisata, Dr Fredinan Yulianda, mengatakan, berdirinya lembaga yang fokus di bidang genetika ini sudah ditunggu-tunggu. Genetik merupakan bagian penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan.

Menurut ahli Perkapalan IPB University Dr Budhi Hascaryo, kehadiran lembaga ini termasuk baru di mana jejaring alumni sudah mulai masuk ke bidang akademik.

Ketua Inmafigen, Dr Beginer Subhan menjelaskan bahwa lembaga ini diinisiasi para peneliti dari sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Mereka berasal dari IPB University, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Lampung, Universitas Udayana, Universitas Brawijaya, Universitas Syiah Kuala, Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Universitas Nomensen.

Menurut Beginer, sampai saat ini sudah memiliki empat proyek kerjasama yang terkait dengan eDNA. Yang menjadi koordinator Dr Hawis Madduppa (peneliti IPB University), genomic dengan koordinator Dr Sapto (Universitas Airlangga), gene expression Dr Munti Sarida (Universitas Lampung) dan DANN Barcoding Kerapu oleh Dr Nur Fadli (Universitas Syiah Kuala).

Sudah ada lebih dari 100 orang yang mendaftar sebagai anggota Inmafigen. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti peneliti, dosen, mahasiswa bahkan praktisi.

Kegiatan yang mengambil tema “The Future Trends of Marine & Fisheries Genetic on Sustainable Food Industry” ini menghadirkan Atdikbud Indonesia untuk Jepang sekaligus Dosen IPB University dari FPIK, Prof Yusli Wardiatno.

Exit mobile version