Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Peta hotspot kebakaran di Pulau Kalimantan, Senin (7/9). GAMBAR: HOTSPOT BRIN

Darilaut – Pulau Kalimantan memiliki lahan gambut yang cukup luas dan kandungan batu bara melimpah. Sejatinya, ”potensi lahan gambut tropis dengan luas 5,4 juta hektar di Pulau Kalimantan sangat penting untuk penyimpanan karbon dan menyediakan beragam jasa ekosistem, termasuk habitat bagi keanekaragaman hayati, pengaturan air, dan pengendalian polusi,” menurut Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Lahan gambut dijabarkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai tanah lunak dan basah, terdiri atas lumut dan bahan tanaman lain yang membusuk — biasanya terbentuk di daerah rawa atau di danau yang dangkal, sedangkan batu bara adalah arang yang diambil dari dalam tanah, berasal dari tumbuhan darat, tumbuhan air, dan sebagainya yang telah menjadi batu.

Ekosistem lahan gambut dan batu bara rentan terbakar. Apalagi di musim kemarau berkepanjangan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengatakan, hujan merupakan cara paling efektif untuk memadamkan api, terutama pada lahan gambut yang menjadi karakteristik utama kebakaran di Kalimantan Barat.

Karakter lahan gambut berbeda dengan lahan biasa. Api di lahan gambut bisa terus menyala di bawah permukaan meski bagian atasnya sudah dipadamkan. Karena itu perlu penyiraman terus menerus, dan hujan adalah cara paling efektif.

Adam Voiland dalam tulisan yang diterbitkan Science.nasa.gov, menyebutkan, sebuah perkiraan, kebakaran lahan gambut menghasilkan partikulat halus tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya, serta lima kali lebih banyak sulfur dioksida, tiga kali lebih banyak karbon organik, dan dua kali lebih banyak metana serta karbon monoksida.

Kebakaran ini—yang terjadi pada tanah lahan basah yang mengering—berlangsung lambat, sangat mencemari udara, dan terkenal sulit dipadamkan karena bara apinya membara pada suhu rendah dan sering kali merambat di bawah permukaan tanah melalui hamparan gambut yang luas.

Itu sebabnya, kebakaran hutan dan lahan berkepanjangan karena kekeringan dan kemarau di Kalimantan menghasilkan asap melintas batas hingga Malaysia dan Filipina.

Copernicus, komponen Pengamatan Bumi dalam program antariksa Uni Eropa bertujuan memantau lingkungan, menampilkan sebaran asap Pulau Kalimantan.

Visualisasi didasarkan pada data Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) dan dibuat menggunakan aplikasi Fire Emissions Watch yang baru saja diluncurkan. Melalui visualisasi ini memperlihatkan sebaran asap di wilayah Indonesia, Malaysia, dan sekitarnya pada tanggal 25 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur umumnya bergerak ke arah barat laut menuju timur laut hingga melewati batas administratif ke Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia

Selama tahun 2026 sedikitnya 35 aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang dipantau melalui sistem GDACS fire (kebakaran hutan). GDACS (Global Disaster Alert and Coordination System) adalah fitur pemantauan dan peringatan dini global yang mendeteksi serta menilai dampak kebakaran hutan atau lahan besar di seluruh dunia. Sistem ini merupakan kerja sama antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Eropa.

Tanggal 1 Agustus hingga 7 September tercatat 34 area yang terbakar melalui pemantauan GDACS. Area atau wilayah yang terbakar (burned area) menyebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kawasan yang terbakar ini dengan Kode GDACS IDWF 1031727 area yang terbakar 5,300 hektare (1); GDACS ID WF 1030312 area yang terbakar 6,020 ha (2); GDACS ID WF 1030418 area yang terbakar 5,277 hektare (3); GDACS ID WF 1031476 area yang terbakar 5,411 hektare (4); GDACS ID WF 1031689 area yang terbakar 6,620 hektare (5); GDACS ID WF 1030313 area yang terbakar 6,720 hektare (6); GDACS ID WF 1031474 area yang terbakar 7,321 hektare (7);

GDACS ID WF 1031664 area yang terbakar 5,624 hektare (8); GDACS ID WF 1031594 area yang terbakar 5,093 hektare (9); GDACS ID WF 1030303 area yang terbakar 7,985 hektare (10); GDACS ID WF 1031348  area yang terbakar 7,419 hektare (11); GDACS ID WF 1031350 area yang terbakar 5755 hektare (12); GDACS ID WF 1031106 area yang terbakar 6,578 hektare (13); GDACS ID WF 1031217 area yang terbakar 5,344 hektare (14);

GDACS ID WF 1030572 area yang terbakar 6,172 hektare (15); GDACS ID WF 1030876 area yang terbakar 6,911 hektare (16); GDACS ID WF 1030660 area yang terbakar 9,877 hektare (17); GDACS ID WF 1030879 area yang terbakar 6,984 hektare (18); GDACS ID WF 1031791 area yang terbakar 6,074 hektare (19); GDACS ID WF 1031052 area yang terbakar 6,395 hektare (20); GDACS ID WF 1031724 area yang terbakar 6,628 hektare (21);

GDACS ID WF 1031304 area yang terbakar 5,304 hektare (22); GDACS ID WF 1031554 area yang terbakar 6,941 hektare (23); GDACS ID WF 1031460 area yang terbakar 10,972 hektare (24); GDACS ID WF 1031254 area yang terbakar 6,443 hektare (25); GDACS ID WF 1031308 area yang terbakar 5,493 hektare (26); GDACS ID WF 1031674 area yang terbakar 8,982 hektare (27); GDACS ID WF 1031720 area yang terbakar 6,410 hektare (28);

GDACS ID WF 1031690 area yang terbakar 6,551 hektare (29); GDACS ID WF 1031320 area yang terbakar 7,087 hektare (30); GDACS ID WF 1031374 area yang terbakar 6,326 hektare (31); GDACS ID WF 1031471 area yang terbakar 6,285 hektare (32); GDACS ID WF 1031458 area yang terbakar 5,229 hektare (33); GDACS ID WF 1030913 area yang terbakar 7,190 hektare (33); GDACS ID WF 1030809 area yang terbakar 9,413 hektare (34).

GDACS merupakan kerangka kerja sama antara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komisi Eropa, dan para pengelola penanggulangan bencana di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran, pertukaran informasi, dan koordinasi pada tahap awal setelah terjadinya bencana besar yang datang secara tiba-tiba.

Kebakaran dahsyat menghanguskan hutan dan lahan (karhutla), mengganggu kesehatan, Pendidikan, dan aktivitas lainnya. Hingga Juni 2026, situs SiPongi mencatat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat paling luas di Indonesia.

KALIMANTAN BARAT

Dalam situs SiPongi yang menyajikan data dan informasi hotspot terkini karhutla menyebutkan hingga Juni 2026 luas 38.310,86 hektare di Provinsi Kalimantan Barat.

Peta hotspot kebakaran di Pulau Kalimantan, Senin (7/9). GAMBAR: SIPONGI

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Kalimantan Barat, luas karhutla tahun 2018 (68.422,03 hektare); 2019 (151.919,00 hektare); 2020 (7.646,00 hektare); 2021 (20.590,00 hektare); 2022 (21.836,00 hektare); 2023 (111.848,43 hektare); 2024 (24.154,63 hektare); dan 2025 (26.702,81 hektare).

BNPB mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan di 11 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Kalimantan Barat sejak 1 Januari 2026 hingga 11 Februari 2026 dengan total luasan terdampak hasil pendataan mencapai kurang lebih 435,578 hektare.

Dari total luasan tersebut, hingga Rabu 11 Februari luas kurang lebih 235,331 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di Kalimantan Barat, terjadi kebakaran hutan dan lahan sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 27 Maret 2026 dengan total luas lahan terbakar mencapai 671,933 hektare. Titik karhutla berada di 12 kabupaten dan dua kota.

Sebaran wilayah terdampak meliputi Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, Sintang, Melawi, Kayong Utara, Ketapang, Sanggau, Bengkayang, Landak, Sekadau, serta Kota Pontianak.

Rincian luasan terbakar antara lain di Kabupaten Mempawah 157 hektare, Sambas 139,7 hektare, Kubu Raya 101,7 hektare, Ketapang 17,1 hektare, Kayong Utara 14,578 hektare, Sanggau 3,5 hektare, Melawi 1 hektare, dan Kota Singkawang 1 hektare.

Untuk percepatan penanganan, sejumlah pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat, antara lain Kabupaten Ketapang (15 Januari–15 April 2026), Kabupaten Kubu Raya (15 Januari–31 Desember 2026), Kabupaten Sambas (19 Januari–31 April 2026), dan Kabupaten Mempawah (28 Januari–31 Desember 2026).

Ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap berlangsung dan menunjukkan tren peningkatan. Di Provinsi Kalimantan Barat, karhutla telah menghanguskan lahan seluas ±306,404 hektare sejak awal Januari hingga 9 Februari 2026, dengan penambahan terbaru ±64,904 hektare. Beberapa kabupaten, yakni Ketapang, Kubu Raya, Sambas, dan Mempawah, telah menetapkan status Siaga Darurat sebagai langkah antisipatif.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Ketapang pada Minggu 25 Januari, di empat desa yang berada di tiga kecamatan, yaitu Desa Sungai Awan, Kecamatan Muara Pawan; Desa Kuala dan Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara; serta Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Lahan seluas 14,3 hektare terbakar.

KALIMANTAN TIMUR

Dalam situs SiPongi yang menyajikan data dan informasi hotspot terkini karhutla menyebutkan hingga Juni 2026 luas 2.715,76 hektare di Provinsi Kalimantan Timur.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Kalimantan Timur, luas karhutla tahun 2018 (27.893,20 hektare); 2019 (68.524,00 hektare); 2020 (5.221,00 hektare); 2021 (3.029,00 hektare); 2022 (373,00 hektare); 2023 (39.494,41 hektare); 2024 (22.570,50 hektare); dan 2025 (9.573,14 hektare).

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB dan BMKG.

Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. GAMBAR: European Union, Copernicus Atmosphere Monitoring Service Data

Penanganan karhutla berlangsung dalam periode status siaga bencana hidrometeorologi di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.76/2026 yang berlaku 1 April hingga 31 Desember 2026.

Peristiwa karhutla terjadi di Kelurahan Sungai Parit dan Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa 1 September, pukul 15.55 WITA. Luas lahan terbakar 17,49 hektare.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara peristiwa kebakaran lahan pada Selasa 1 September. Lokasi kebakaran diketahui berada di Desa Muara Kembang, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa. Lahan terdampak seluas kurang lebih enam hektare. 

Berdasarkan pantauan BMKG, jumlah titik panas di Kaltim pada 1–23 Agustus 2026 mencapai 13.273 titik, meningkat 35,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 ketika puncak musim kemarau yang dibarengi dengan El Nino juga terjadi.

Kebakaran lahan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, terjadi sejak Sabtu 29 Agustus. Titik api berada di Kelurahan Makroman dan Pulau Atas. Cakupan luas lahan yang terbakar sekitar 12 hektare. Hingga Minggu 30 Agustus masih dilakukan upaya pemadaman di lokasi.

Kebakaran lahan belukar dan kebun terjadi di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, pada Jumat 28 Agustus. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, kebakaran lahan terjadi di Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu pada Rabu 26 Agustus. Kebakaran ini mengakibatkan sekitar 27 hektare lahan terbakar.

Karhutla terjadi di Kabupaten Kutai Barat pada Minggu 23 Agustus. Kebakaran terjadi di Desa Kinong, Kecamatan Damai, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.

Peristiwa karhutla terjadi di Kabupaten Berau, terjadi di Desa Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 2 hektare.

Laporan kebakaran hutan di Jalan Letjen Urip Sumoharjo, tepatnya di Desa Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Lahan yang terbakar tercatat seluas 3,31 hektare.

Karhutla terjadi di Kabupaten Paser, pada Selasa 4 Agustus. Lokasi terdampak yakni Desa Simpang Batu dan Desa Lumut, Kecamatan Pasir Belengkong. Kejadian ini mengakibatkan kerugian materiil berupa 13 hektare lahan semak belukar terbakar.

Kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Kawasan RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Senin 20 Juli. Luas area terdampak mencapai 2 hektare.

Kebakaran lahan di Kota Samarinda, pada Minggu 19 Juli, terjadi di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir; Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang; serta Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 35,2 hektare.

Karhutla di Kota Bontang, pada Rabu 15 Juli, terjadi di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan. Luas lahan terbakar mencapai 4,37 hektare.

Kebakaran lahan melandan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara pada Rabu 15 Juli. Kejadian tersebut berada di Desa Girimukti Kecamatan Penajam dengan luas lahan terbakar mencapai 2,42 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedikitnya 60 hektar lahan terbakar di Kabupaten Kutai Barat pada Jumat 10 Juli, tepatnya di Kampung Dingin Kecamatan Lawa dan Kampung Emas Kecamatan Empas.

Kebakaran di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Jumat 10 Juli, total lahan terbakar mencapai 4 hektar, dengan rincian 3 hektar di Kelurahan Jawa Kecamatan Sangasanga dan 1 hektar di Desa Jembayan Tengah.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, pada Minggu 28 Juni. Luas area terdampak mencapai sekitar 1,34 hektare.

Kebakaran hutan seluas sekitar 2 hektare juga terjadi di Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, pada Sabtu 27 Juni.

Di Kabupaten Berau, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Tumbit, Kecamatan Teluk Bayur. Lahan seluas satu hektare hangus terbakar pada Selasa 9 Juni.

Karhutla terjadi di Kabupaten Berau, pada Kamis 21 Mei. Lokasi lahan berada di Desa Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, dengan luas satu hektare terbakar.

Peristiwa karhutla di Kabupaten Kutai Barat, pada Minggu 26 April. Lokasi titik api teridentifikasi berada di Desa Empas, Kecamatan Melak, dengan luas lahan terdampak mencapai 1,5 hektare.

Karhutla di Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, pada Minggu 26 April. Api membakar lahan seluas satu hektare.

Karhutla terjadi di Kampung Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, pada Selasa 21 April. Lahan yang terbaar seluas satu hektare.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, titik api dilaporkan terlihat di Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badah pada Sabtu 28 Maret. Lahan seluas 2 hektar terbakar.

Karhutla terjadi di Desa Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, pada Jumat 27 Maret. Api dilaporkan terlihat sekitar wilayah Kecamatan Tarakan Tengah. Sedikitnya lahan gambut seluas enam hektar terbakar.

Peta kebakaran aktif di Pulau Kalimantan hingga Senin (7/9). GAMBAR: GDACS

KALIMANTAN SELATAN

Dalam situs SiPongi yang menyajikan data dan informasi hotspot terkini karhutla menyebutkan hingga Juni 2026 luas 8.019,63 hektare di Provinsi Kalimantan Selatan.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Untuk Provinsi Kalimantan Selatan, luas karhutla tahun 2018 (98.637,99 hektare); 2019 (137.848,00 hektare); 2020 (4.017,00 hektare); 2021 (8.625,00 hektare); 2022 (429,00 hektare); 2023 (190.394,58 hektare); 2024 (4.993,88 hektare); dan 2025 (11.896,38 hektare).

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.

Pemerintah provinsi masih memberlakukan status siaga darurat hingga 31 Oktober 2026.

Di Kota Banjarbaru, kebakaran lahan gambut terjadi pada Sabtu 25 Juli, di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Kebakaran yang disebabkan faktor alam tersebut berdampak pada lahan seluas dua hektare.

Karhutla terjadi di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Senin 20 Juli. Kebakaran di Kabupaten Tapin telah menghanguskan lahan sekitar 3,1 hektare yang berupa semak belukar di wilayah Kelurahan Raya Belanti di Kecamatan Binuang, Kelurahan Bitahan di Kecamatan Lokpaikat dan Kelurahan Bungur di Kecamatan Bungur.

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, karhutla terjadi di Desa Baluti, Kecamatan Kandangan dan Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,33 hektare.

Karhutla terjadi di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Minggu 19 Juli, di area PT Dua Samudera Perkasa Tersus Bengkirai Sungai Dua.

Kebakaran lahan terjadi di Kota Banjarbaru, pada Selasa 14 Juli. Lahan yang terbakar tersebar di empat kelurahan yakni 7,6 hektare di Kelurahan Cempaka, 5 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Timur, 0,2 hektare di Kelurahan Guntung Manggis, dan 2 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Total lahan terbakar adalah 14,8 hektare.

Karhutla di Kota Banjarbaru pada Selasa 14 Juli, melanda dua kelurahan di dua kecamatan. Wilayah terdampak di Kelurahan Cempaka ,Kecamatan Cempaka, dan Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin. Total luas lahan terbakar di dua wilayah tersebut mencapai 12,6 hektare.

Karhutla di Kelurahan Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjarbaru, pada Selasa 14 Juli. Luas lahan terbakar mencapai 10 hektare.

Di Kota Banjarbaru lahan seluas 11,5 hektar terbakar pada Jumat 10 Juli, dengan rincian; 5,5 hektar di Kelurahan Cempaka, 3 hektar di Kelurahan Guntung Manggis dan 3 hektar di Kecamatan Landasan Ulin Selatan.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kota Banjarbaru, pada Minggu 5 Juli. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, serta Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang. Lahan seluas 3,7 hektare terbakar.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di dua desa di Kabupaten Banjar, pada Sabtu 20 Juni. Api menghanguskan lahan seluas 5,3 hektare yang berada di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam,dan Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura.

Di Kabupaten Barito Kuala kebakaran hutan dan lahan terjadi di pada Jumat 29 Mei. Peristiwa tersebut berdampak pada Desa Sungai Raya, Kecamatan Cerbon. Luas lahan terbakar 1 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Barito Kuala pada Jumat 29 Mei. Peristiwa tersebut di Desa Sungai Raya, Kecamatan Cerbon. Luas lahan yang terbakar 1 hektare.

Kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, pada Rabu 1 April. Api membakar semak belukar seluas sekitar 2 hektare.

Peristiwa karhutla di Desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Selasa 17 Maret. luas area terdampak kurang lebih 1,6 hektare.

KALIMANTAN TENGAH

Dalam situs SiPongi yang menyajikan data dan informasi hotspot terkini karhutla menyebutkan hingga Juni 2026 luas 7.634,46 hektare di Provinsi Kalimantan Tengah.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Kalimantan Tengah, luas karhutla tahun 2018 (47.432,57 hektare); 2019 (317.749,00 hektare); 2020 (7.681,00 hektare); 2021 (3.653,00 hektare); 2022 (1.554,00 hektare); 2023 (165.896,44 hektare); 2024 (11.459,89 hektare); dan 2025 (4.803,97 hektare).

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status siaga darurat sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

Total luas lahan terbakar hingga Minggu 26 Juli mencapai 1.268,33 hektare, bertambah sekitar 83,89 hektare dibandingkan sebelumnya.

Di Provinsi Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 11 Juni 2026 tercatat mencapai 452,04 hektare.

Kejadian karhutla di Kabupaten Sukamara pada Jumat 17 April. Karhutla terjadi di Desa Sungai Cabang Barat. Luasan lahan terbakar pada peristiwa ini seluas 2,90 hektare.

Bencana karhutla terjadi di 11 kabupaten dan satu kota sejak bulan Januari hingga Maret 2026. Total luasan lahan terbakar hingga 27 Maret 2026 mencapai 357,69 hektare. 

Karhutla di Kalimantan Tengah hingga Rabu 25 Maret total luasan terbakar sejak 1 Januari hingga 25 Maret 321,21 hektare.

Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Sabtu 7 Maret di Desa Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama. Luas wilayah terbakar mencapai 2,5 hektare.

Kejadian kebakaran hutan dan lahan pada Minggu 1 Maret. Karhutla terjadi di Desa Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sedikitnya empat lahan yang terbakar.

Bencana kebakaran hutan dan lahan di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Kamis 15 Januari. Lahan seluas enam hektar terbakar.

KALIMANTAN UTARA

Dalam situs SiPongi yang menyajikan data dan informasi hotspot terkini karhutla menyebutkan hingga Juni 2026 luas 400,62 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Kalimantan Tengah, luas karhutla tahun 2018 (627,71 hektare); 2019 (8.559,00 hektare); 2020 (1.721,00 hektare); 2021 (1.678,00 hektare); 2022 (370,00 hektare); 2023 (796,36 hektare); 2024 (2.429,21 hektare); dan 2025 (2.740,97 hektare).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menetapkan status siaga darurat sejak 20 Agustus hingga 31 Desember 2026 sebagai langkah untuk memperkuat penanganan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.

Petugas melakukan upaya pemadaman lahan seluas 55 hektare yang terbakar di wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Minggu 30 Agustus. FOTO: BPBD Kabupaten Bulungan/BNPB

BNPB mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bulungan. karhutla dilaporkan membakar sekitar 55 hektare lahan pada Minggu 30 Agustus. Titik api terpantau di Desa Sejau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Karhutla terjadi di Kabupaten Nunukan, pada Kamis 14 Mei. Luas lahan terdampak 1 hektare. Titik karhutla berada di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.

Karhutla dilaporkan terjadi di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, pada Minggu 10 Mei. Luas lahan yang terbakar sekira dua hektare.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan pada Kamis 7 Mei, dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 10 hektar.

Kejadian karhutla di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, pada Sabtu 18 April. Adapun luas lahan terbakar mencapai kurang lebih 3 hektare.

Karhutla menghanguskan 9,5 hektar lahan milik warga setempat di Desa Binusa, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, pada Senin 9 Maret. (VM)

Exit mobile version