Analisis NASA (National Aeronautics and Space Administration), Pita hujan Topan (typhoon) Jangmi melepaskan curah hujan deras di sebagian besar wilayah tersebut, memicu kekhawatiran banjir di beberapa wilayah.
Melansir Science.nasa.gov, Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit Suomi NPP menangkap gambar malam hari (atas) dari badai tersebut sekitar pukul 16:40 Waktu Universal (Universal Time), pada tanggal 30 Mei (pukul 01:40 Waktu Standar Jepang pada tanggal 31 Mei).
Waktu itu, topan tersebut menghasilkan angin berkelanjutan 120 kilometer (75 mil) per jam, berdasarkan rata-rata 1 menit yang dilaporkan oleh JTWC. Hal itu setara dengan badai kategori 1 pada skala angin badai Saffir-Simpson.

Gambar tersebut menunjukkan tampilan detail dinding mata badai dan mata badai, dengan diameter yang berada di ujung spektrum yang lebih besar, menurut Scott Braun, ahli meteorologi di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA.
Melansir Kyodo News, Topan Jangmi pada hari Rabu (3/6) menerjang sisi Pasifik Jepang barat dan timur setelah mendarat di pagi hari, menyebabkan banjir dan tanah longsor serta menyebabkan puluhan orang terluka.
Topan tersebut mendarat sekitar pukul 4:30 pagi di bagian selatan Prefektur Wakayama di Jepang barat, setelah melewati dekat prefektur Okinawa dan Kagoshima selama dua hari terakhir.




