Bencana Alam 2021, Siklon Tropis Seroja dan Gempa Paling Banyak Korban Jiwa

Dampak siklon tropis Seroja. FOTO: BNPB

Darilaut – Sepanjang tahun 2021, bencana alam siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur dan gempabumi di Mamuju paling banyak menimbulkan korban jiwa.

Bencana siklon tropis Seroja yang terjadi pada 4 April 2021 mengakibatkan 184 meninggal dunia, 47 hilang dan 136 luka-luka.

Gempabumi di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021 menewaskan 107 orang, 11.123 luka-luka dan 60.505 mengungsi.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama tahun 2021 telah terjadi terjadi 5.402 kejadian bencana. Dari 5.402 kejadian tersebut 99,5% bencana hidrometeorologi.

Data tersebut hasil verifikasi dan validasi dari seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama tahun 2021 di seluruh provinsi dan kabupaten/ kota.

Jumlah kejadian didominasi antara lain bencana banjir yang terjadi 1.794 kejadian, 1.577 cuaca ekstrem, dan 1.321 tanah longsor.

Kemudian, 579 kebakaran hutan dan lahan, 91 gelombang pasang dan abrasi, 24 gempa bumi, 15 kekeringan dan 1 erupsi gunung api.

Dampak dari kejadian tersebut adalah 728 orang meninggal dunia, 87 orang hilang, 14.915 luka-luka, 7.630.692 menderita dan mengungsi, 158.658 rumah rusak, 4.445 fasilitas umum rusak, 664 kantor rusak dan 505 jembatan rusak.

Lima provinsi tertinggi kejadian bencana adalah provinsi Jawa Barat 1.358 kejadian bencana, 622 Jawa Tengah, 366 Jawa Timur, 279 Aceh, dan 272 Kalimantan Selatan.

Perbandingan dengan tahun sebelumnya, di tahun 2020 tercatat 4.649 kejadian bencana, dan 2021 tercatat 5.402 atau mengalami kenaikan 16,2% kejadian bencana.

Secara umum, dengan bertambahnya frekuensi dan intensitas bencana setiap tahun, pengetahun masyarakat tentang potensi risiko menjadi mutlak untuk ditingkatkan.

Sosialisasi, edukasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci bagi pengurangan risiko bencana di masa depan.

Exit mobile version