Selain itu, terdapat pula wisatawan yang hanya ingin melihat hiu paus dengan menggunakan perahu nelayan. Di perahu ini terlihat berbagai iklan merek yang ada di badan perahu dan bagian atap pelindung.
Darilaut.id mencatat iklan tersebut dari berbagai merek seperti Telkomsel (Dibawa Rileks Aja), sebuah perusahaan operator telekomunikasi digital terbesar di Indonesia: IM3 (Sinyal IM3 kuat, luas dan stabil) layanan seluler yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Indosat Ooredoo Hutchison; Tri (lebih hemat, sinyak cepat); dan Smartfren Xlsmart, perusahaan gabungan antara XL Axiata dan Smartfren.
Kemudian BRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebuah BUMN; Jamkrindo a member of IFG, perusahaan BUMN untuk penjaminan kredit terbesar di Indonesia; JNE Express; dan perguruan tinggi Universitas Terbuka.
Menurut Ketua kelompok pengelola wisata hiu paus pangkalan 4 Desa Botubarani, Arfan Napu, merek-merek yang ada di perahu yang membawa pengunjung melihat hiu paus itu belum diatur dalam peraturan desa.
”Kami akan membahas ini,” kata Arfan Napu.

Pembahasan akan dilakukan bersama warga Botubarani, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) dan ketua Konservasi Orca Botubarani, Olis Latief, dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minat Khusus Hiu Paus Desa Botubarani, Wahab Matoka.




