Aktivitas konvektif terutama di barat sistem, sementara aktivitas konvektif lainnya juga terpantau di timur laut sistem dan meluas hingga selatan Banten dan Jawa Barat akibat terbentuknya wilayah belokan angin dampak dari sirkulasi lemah 90S, kata BMKG.
Analisis angin per lapis menunjukkan sirkulasi lemah yang masih melebar di lapisan permukaan hingga lapisan menengah (500 hPa) dengan kecepatan angin maksimum di lapisan permukaan sekitar 15 knot di sebagian tenggara dan timur laut sistem.
Pusat sirkulasi pada lapisan 850-500 mb terpantau berada lebih ke arah timur jika dibandingkan dengan lapisan di bawahnya, namun tidak terlalu jauh perbedaannya.
Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh kondisi lingkungan sebagai berikut: aktifnya gelombang atmosfer (Kelvin, Low Frequency, dan MJO), suhu muka laut yang hangat 28 – 30°C, kelembapan udara yang basah pada lapisan permukaan hingga 850 mb, serta vortisitas yang mendukung meski belum menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu terpantau kondisi lingkungan yang kurang mendukung, di antaranya divergensi lapisan atas rendah – sedang (10-20 knot), vertical wind shear dalam kategori sedang-kuat (20-30 knot), adanya peluang intrusi udara kering pada lapisan menengah, dan belum adanya suplai angin yang signifikan ke dalam sistem, menurut BMKG.




