Darilaut – Amerika Serikat berkomplot dengan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di seluruh Iran pada hari Sabtu (28/2). Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangannya sendiri di seluruh Timur Tengah.
Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel, serta serangan balasan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres kepada Dewan Keamanan, Sabtu, mengatakan bahwa tindakan tersebut berisiko “memicu serangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan siapa pun di wilayah paling bergejolak di dunia.”
“Segala upaya harus dilakukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujarnya mengutip UN News.
Para diplomat berkumpul di Dewan Keamanan PBB untuk membahas krisis yang berkembang pesat di Iran dan seluruh wilayah Timur Tengah.
Dalam sidang tersebut, Duta Besar Iran Amir Saeid Iravani, mengatakan pagi ini, rezim Amerika Serikat – bersama-sama dan berkoordinasi dengan rezim Israel – memulai agresi terhadap Republik Islam Iran untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir.
“Ini bukan hanya tindakan agresi; ini adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya dan menyebutkan AS dan Israel sengaja menyerang daerah-daerah yang dihuni warga sipil di beberapa kota besar.




