Darilaut – Bibit Siklon Tropis 91S yang berkembang di Samudra Hindia dapat memberikan dampak angin kencang dan tinggi gelombang laut di perairan Indonesia.
Bibit 91S terletak 1050 km di barat-barat daya Pulau Enggano Bengkulu atau 629 km barat laut Kepulauan Cocos (Keeling).
Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Bibit Siklon Tropis 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 5 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut berupa angin kencang di wilayah Bengkulu dan Lampung. Kemudian, tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di perairan barat Kepulauan Nias hingga Lampung, perairan selatan Pulau Jawa, dan Selat Sunda bagian selatan.
Tinggi gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung dan Samudra Hindia selatan Pulau Jawa.
Intensitas tekanan rendah tropis 11U, mengemas angin kencang di dekat pusatnya mencapai 75 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 100 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia.
Sistem saat ini sedang bergerak ke timur dengan kecepatan 29 kilometer per jam, kemudian diperkirakan ke tenggara.
Sistem ini diperkirakan akan bergerak mendekat ke Kepulauan Cocos (Keeling) selama hari Senin (5/1), kata BOM.
Pada hari Selasa, sistem tersebut akan bergerak ke arah barat daya menjauhi Kepulauan Cocos (Keeling).
Menurut BOM angin kencang dengan hembusan angin yang merusak hingga 110 km per jam dapat terjadi di Kepulauan Cocos (Keeling) mulai Senin pagi, jika sistem tersebut bergerak lebih dekat. Begitu pula dengan curah hujan.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center – JTWC) mengatakan 91S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Analisis JTWC menunjukkan kondisi yang menguntungkan untuk perkembangan dengan geser angin timur laut rendah hingga sedang (10–15 knot), suhu permukaan laut yang hangat (28–29°C), dan aliran keluar ke arah kutub dan barat yang menguntungkan di lapisan atas atmosfer.
Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 91S didukung oleh aktifnya MJO, suhu muka air laut yang hangat (29 – 30°C) di sekitar sistem, dan kelembapan yang tinggi di setiap lapisan.
Selain itu, vortisitas tinggi hingga di lapisan 500 mb, divergensi lapisan atas dalam kategori sedang, suplai angin kencang (inflow) dari Samudra Hindia yang cukup.
Secara umum kondisi lingkungan dan prediksi menunjukan perkembangan sistem secara perlahan, kata BMKG.
Namun juga perlu diperhatikan adanya dorongan massa udara kering dari arah barat mulai dari lapisan 700 mb, serta vertical wind shear dalam kategori sedang – kuat (25 – 30 knots) yang dapat menghambat perkembangan sistem.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini masih terus berkembang terlihat adanya perluasan area gale force wind menjadi 2 kuadran yaitu timur laut dan tenggara dan mulai keluar dari wilayah Tanggung Jawab TCWC Jakarta.
Dalam 48-72 jam ke depan sistem mulai meningkat secara intensif ditandai dengan gale force wind berada di setiap kuadran, dengan arah pergerakan ke arah tenggara – selatan dengan kecepatan angin mencapai 40 knot (75km/jam).
Secara umum, potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori Sedang, sementara dalam 48 – 72 jam ke depan dalam kategori Tinggi, kata BMKG.
