BMKG mengatakan posisi Bibit Siklon Tropis 92S yang berdekatan dengan Siklon Tropis Bakung membuat konvektif seperti tertarik ke arah Siklon Tropis Bakung walaupun saat ini terpantau wilayah deep convection di sekitar masing-masing pusat sirkulasi.
Bibit Siklon Tropis 92S mulai terbentuk pada 10 Desember 2025 di wilayah Samudra Hindia bagian tengah dan memasuki wilayah Area of Responsibility (AoR) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta pada 13 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Pada Sabtu (13/12) pukul 19.00 WIB 92S dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem yaitu 25 knot (46 km per jam) dan tekanan minimum sekitar 1006 hPa (hektopaskal).
Berdasarkan pengamatan citra satelit 6 jam terakhir menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif yang ditandai dengan munculnya wilayah deep convection yang semakin meluas dengan suhu puncak awan yang sempat mencapai -100°C dan wilayah dense overcast di sekitar sistem, kata BMKG.
Berdasarkan data ASCAT angin maksimum terpantau berada di kuadran barat laut hingga timur laut sistem.
Analisis angin per lapisan menunjukkan sirkulasi yang melebar ke arah tenggara pada lapisan permukaan hingga menengah dan sirkulasinya cenderung tertarik menuju Siklon Tropis Bakung di dekat jalurnya.




