Pada lapisan atas tidak terpantau adanya divergensi ditunjukkan oleh angin yang cukup kencang.
Menurut BMKG, Bibit Siklon Tropis 92S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby, Kelvin, gelombang low frequency, dan MJO di sekitar system.
Suhu permukaan laut yang cukup hangat (28–29°C), wind shear dalam kategori sedang (20 knot), serta vortisitas yang mendukung di setiap lapisan.
Adapun kondisi yang kurang mendukung pertumbuhan sistem yaitu adanya intrusi udara kering yang bergerak menuju sistem, dan divergensi lapisan atas yang masih lemah.
Prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 92S intensitasnya diprakirakan mengalami penurunan.
Hal ini ditandai dengan kecepatan angin yang melemah dan sirkulasi makin melebar ke arah selatan. Selain itu, pengaruh siklon tropis Bakung yang berada didekatnya.
Bibit 92S diprakirakan bergerak ke arah tenggara. Dalam 48 – 72 jam ke depan intensitas sistem diprakirakan akan terus melemah seiring dengan sirkulasinya yang semakin sulit teridentifikasi dan hanya berupa belokan angin karena interaksinya dengan siklon tropis Bakung.
Potensi Bibit Siklon Tropis 92S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori peluang Rendah, kata BMKG.




