Darilaut – Siklon Tropis Bakung telah menguat menjadi badai kategori 2 di dekat Kepulauan Cocos (Keeling), Samudra Hindia.
Angin kencang di dekat pusat mencapai 100 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 155 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi Australia (BOM), dalam buletin informasi yang dikeluarkan Minggu (14/12).
Sistem yang bergerak ke barat daya dengan kecepatan 21 kilometer per jam tersebut berada 575 kilometer barat laut Kepulauan Cocos (Keeling).
Bakung diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat sebelum melambat pada hari Minggu, tetap berada jauh di barat laut Kepulauan Cocos (Keeling), kata BOM. Bakung mungkin akan tetap menjadi siklon tropis selama beberapa hari.
BOM memperkirakan tekanan rendah tropis (Bibit Siklon Tropis 92S) di utara mungkin akan berinteraksi dengan Bakung pada awal pekan ini, yang mengakibatkan ketidakpastian yang lebih tinggi dalam pergerakan selanjutnya.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Siklon tropis Bakung memberikan dampak tidak langsung di perairan dan wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu dan Lampung, serta angin kencang di wilayah Bengkulu.
- Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (kategori sedang) di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Perairan barat Kepulauan Nias hingga Kepulauan Mentawai, Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten, dan Perairan selatan Banten.
- Tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter (kategori tinggi) di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.




