Bibit Siklon Tropis 93S Berada di Selatan Bali

GAMBAR: Australian Bureau of Meteorology

Darilaut – Bibit siklon tropis 93S yang berkembang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di selatan Bali, Samudra Hindia.

Buletin Pusat Peringatan Siklon Tropis – Biro Meteorologi Australia, menginformasikan pada pukul 14.00 waktu setempat Tropical Low terletak 940 km utara barat laut Karratha, bergerak ke barat daya dengan kecepatan 21 kilometer per jam.

Bibit siklon tropis yang berkembang dari Indonesia ini diperkirakan akan bergerak ke barat daya dan mencapai intensitas siklon tropis pada hari Senin (21/3).

Sistem yang berada di perairan terbuka Samudra Hindia ini tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah daratan mana pun.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama (Joint Typhoon Warning Center, JTWC) melalui layanan Zooom.earth, Minggu (20/3) menginformasikan bibit 93S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Sementara bibit 91B yang berada di Laut Andaman, dalam 24 jam ke depan, juga memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis.

Pusat Meteorologi Publik – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikasi (BMKG), Minggu (20/3) pukul 07.00 WIB menginformasikan bibit siklon tropis 93S terpantau di Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Bali.

Bibit ini dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan udara minimum 1001,6 mb. Pergerakan ke arah barat- barat daya.

Potensi sistem untuk tumbuh menjadi siklon tropis 24 jam ke depan, kategori menengah.

Bibit siklon tropis 93S dalam 24 jam ke depan dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia, berupa hujan sedang dan lebat di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Angin kencang dapat terjadi di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Gelombang laut tinggi 4 – 6 meter dapat terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga Bali.

Gelombang tinggi 2,5 – 4 meter di perairan selatan Jawa hingga Pulau Lombok, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

Gelombang tinggi 1,25 – 2,5 meter di perairan selatan Pulau Sumbawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Pulau Sumba.

Gelombang alun yang dapat menyebabkan banjir pesisir di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, Samdura Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat.

Sementara bibit siklon tropis 91B (Asani) terpantau di Laut Andaman, dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara minimum 1001,5 mb.

Pergerakan bibit siklon ini ke arah utara. Potensi sistem untuk tumbuh menjadi siklon tropis 24 jam ke depan, kategori menengah.

Dampak tidak langsung bibit siklon tropis 91B terhadap cuaca, berupa hujan dan angin kencang di Aceh.

Gelombang laut tinggi 1,25 – 2,5 meter di perairan barat Aceh dan Selat Malaka bagian utara. Gelombang tinggi 2,5 – 4 meter di perairan utara Pulau Sabang dan Samudra Hindia barat Aceh.

Gelombang alun Samudra Hindia barat Aceh.

Exit mobile version