Bibit Siklon Tropis 93S Berkembang Perlahan di Selatan Jawa

Citra Satelit Sabtu 13 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. GAMBAR: BMKG

Darilaut – Bibit Siklon Tropis 93S (Tropical Low 03U) terletak di selatan Jawa, Samudra Hindia, Minggu (14/12). Sistem ini berpotensi membawa hujan di beberapa wilayah di Indonesia.

Sistem tekanan rendah tropis tersebut diperkirakan akan berkembang perlahan. 03U memiliki peluang rendah (5-15%) untuk berkembang menjadi siklon tropis mulai Senin (15/12) malam, kata kata Biro Meteorologi Australia (BOM).

BOM memperkirakan 03U akan bergerak ke arah barat hingga barat daya. Kemungkinan sistem ini akan bergerak lebih dekat ke Pulau Christmas.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bibit Siklon Tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 14 Desember 2025.

Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Angin kencang di wilayah Jawa Timur dan Bali.

Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba, perairan selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba, perairan Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan.

Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 di wilayah Samudra Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara Barat, kata BMKG.

Pada Sabtu (13/12) malam kecepatan angin maksimum terpantau di sekitar sistem yaitu 15 knot (28 km per jam) yang terpantau kuadran barat sistem dan tekanan minimum sekitar 1006 hPa (hektopaskal).

Pengamatan citra satelit 6 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif masih fluktuatif. Wilayah dense overcast dan dense convective mulai terpantau tumbuh di sebelah selatan dari pusat sistem namun terpantau fluktuasi memusat dan membuyar.

Berdasarkan analisis angin per lapisan, sebelumnya terindentifikasi sirkulasi yang lemah pada lapisan permukaan namun saat ini sirkulasi terpantau menguat ditandai dengan pola yang lebih rapi.

Pada lapisan 850 hPa sirkulasi terlihat lebih tertutup dan pada lapisan 700 – 500 hPa sirkulasi masih terlihat melebar.

BMKG mengatakan Bibit Siklon Tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan gelombang low frequency di sekitar sistem, suhu permukaan laut yang cukup hangat (28–29°C).

Wind shear yang rendah (5-15 knot), divergensi pada lapisan atas cukup (10 – 20 s-1) serta vortisitas yang berada pada kategori sedang pada lapisan permukaan hingga menengah.

Adapun kondisi yang kurang mendukung pertumbuhan sistem yaitu kelembaban udara di sekitar sistem yang cukup kering terutama pada lapisan 500 hPa, konvergensi yang masih lemah serta belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem.

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 93S diprakirakan persisten dan cenderung meningkat ditandai dengan kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot yang terpantau di sebagian kecil kuadran barat dengan pergerakan ke arah selatan – barat daya.

Dalam 48 – 72 jam ke depan intensitas sistem diprakirakan akan meningkat secara perlahan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 – 25 knot yang meluas di kuadran barat – utara sistem dengan pergerakan ke arah utara.

Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori peluang Rendah, kata BMKG.

Exit mobile version