Darilaut – Bibit Siklon Tropis 93S (Tropical low 03U) saat ini terletak di selatan Jawa Timur, Samudra Hindia, pada Sabtu (13/12).
Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Bibit 93S mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 25–35 km per jam (13–18 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1006 hPa (hektopaskal).
Analisis JTWC menunjukkan lingkungan yang sedikit menguntungkan dengan aliran keluar ke arah kutub yang kuat di lapisan atas, geser angin rendah hingga sedang (15 hingga 20 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (28 hingga 29°C).
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) , Guswanto, meminta masyarakat untuk mewaspadai perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S.
Hasil analisis BMKG, 93S diprediksi bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan dalam periode 24 hingga 72 jam kedepan masih berpeluang rendah untuk berubah menjadi siklon tropis.
Menurut Guswanto, secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Yaitu, hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara.




