Kelembapan udara yang cukup basah pada setiap lapisan, divergensi lapisan atas yang cukup (20 knot), vertical wind shear dalam kategori rendah (10 – 15 knot), serta vortisitas berkonsentrasi sedang-tinggi dengan pola yang masih melebar.
Namun, konvergensi lapisan bawah yang lemah (5 – 10 knot) dapat menghambat perkembangan sistem.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan masih persisten dengan pergerakan ke arah utara – timur laut dengan kecepatan angin 20 knot dan tekanan 1008 hPa.
Sementara dalam 48 – 72 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan masih persisten dengan sirkulasi yang semakin melebar dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan minimum 1008 hPa dan bergerak ke luar Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta menuju Laut Filipina bagian timur.
Secara umum, kata BMKG, potensi bibit 95W menjadi Siklon Tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah.
Bibit Siklon 96W
Bibit siklon tropis 96W saat ini dengan jarak sekitar 260 km di timur Kepulauan Mariana Utara.
Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata JTWC.
Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35 km per jam (20 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1007 hPa.




