Darilaut – Ekspor pelet kayu (wood pellet) asal Provinsi Gorontalo baik itu nilai dan volume ke Jepang mengalami penurunan di bulan Januari 2026. Sementara ekspor pelet kayu ke Korea Selatan tidak tercatat.
Pelet kayu dengan HS Code atau Harmonized System Code 44 berupa kayu, barang dari kayu adalah penyumbang ekspor terbesar Provinsi Gorontalo.
Namun di bulan Januari 2026, ekspor buah dan biji/kacang yang dapat dimakan (HS Code 08) memiliki nilai tertinggi sebesar US$2.527.302.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo ekspor melalui pelabuhan/ bandara di Provinsi Gorontalo pada Januari 2026 sebesar US$1,56 juta dengan komoditas Pelet Kayu (HS 44) menuju Jepang.
Berita Resmi Statistik No. 19/03/75/Th. XX, 2 Maret 2026 menyebutkan golongan barang Kayu, Barang dari Kayu( 44) pada Desember 2025 senilai US$6.090.414, Januari 2026 1.563.175, sedangkan Januari 2025 senilai US$2.791.823.
Adapun ekspor ke Jepang pada Januari 2026 sebesar US$1.623.420, bulan Desember 2025 US$4.672.934, dan Januari 2025 US$2.827.574
Nilai Ekspor Provinsi Gorontalo ke Korea Selatan di bulan Januari 2026 tidak tercatat atau kosong.
Mengenai volume ekspor Provinsi Gorontalo menurut golongan barang, berupa Kayu, Barang dari Kayu (44) Desember 2025 sebesar 43.100,54 ton, Januari 2026 sebesar 11.054,99 ton, Januari 2025 sebesar 20.370,17.




