Darilaut – Bibit Siklon Tropis 95W saat ini berada di dekat Yap, Mikronesia, Samudra Pasifik barat.
Sistem ini terletak di tenggara Yap atau barat daya Guam dan Kepulauan Mariana Utara, pada Minggu (8/3).
Bibit siklon 95W memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35–45 km per jam (18–23 knot), kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Menurut JTWC tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1005 hPa (hektopaskal).
Citra satelit menunjukkan perputaran yang luas dengan konveksi yang tidak terorganisir.
Analisis JTWC menunjukkan lingkungan yang sedikit menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas ke arah kutub yang moderat, geser angin rendah hingga moderat (15–20 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (29–30°C).
Bibit Siklon Tropis 95W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 9 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dampak tersebut berupa gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Pasifik utara Papua barat daya hingga Papua Barat, dan Laut Maluku.
Gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4 m) di Samudra Pasifik utara Papua dan Samudra Pasifik utara Maluku.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan masih persisten dengan pergerakan ke arah barat – barat laut dengan kecepatan angin 20 knot pada posisi di sekitar 10°LU 138°BT dan tekanan 1007 hPa.
Sementara dalam 48 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan melemah dengan sirkulasi yang semakin melebar dengan kecepatan angin maksimum 15 – 20 knot dan tekanan minimum 1009 hPa. Sedangkan dalam 72 jam ke depan, sirkulasi sudah tidak terlihat jelas.
Secara umum, kata BMKG, potensi bibit menjadi Siklon Tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah.
